Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Peringatkan Musim Hujan Maju, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
13 Sep 2025
203 dibaca
1 menit
BMKG Peringatkan Musim Hujan Maju, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

Rangkuman 15 Detik

Musim hujan di Indonesia diprediksi akan dimulai lebih awal dari biasanya.
Kondisi cuaca dapat meningkatkan risiko bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan dari pemerintah untuk menghadapi potensi bencana.
BMKG mengumumkan bahwa musim hujan di Indonesia tahun 2025 datang lebih cepat dari biasanya, mulai pada bulan Agustus dan berlangsung hingga April 2026. Kondisi ini berbeda dari rata-rata musim hujan pada periode tahun 1991-2020 yang biasanya mulai lebih lambat. Puncak hujan akan berbeda-beda di tiap wilayah. Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mengalami puncak hujan pada November hingga Desember 2025, sementara Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan mengalami puncak curah hujan pada Januari hingga Februari 2026. Dari total 699 Zona Musim (ZOM) yang ada di Indonesia, sekitar 11,3% atau 79 zona sudah mulai mengalami musim hujan sejak September 2025, termasuk beberapa wilayah di Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Selain itu, ada 193 zona yang diperkirakan akan mengalami curah hujan di atas normal, yang sangat meningkatkan potensi terjadinya banjir bandang, tanah longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat sehari-hari terutama di daerah rawan bencana. BMKG mengimbau pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan tindakan mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan untuk mengurangi dampak bencana tersebut. Edukasi dan persiapan infrastruktur pun menjadi sangat penting dalam menghadapi musim hujan ini.

Analisis Ahli

Dwikorita Karnawati
Musim hujan tahun ini diprediksi lebih cepat dan bervariasi puncaknya, sehingga memerlukan kesiapsiagaan yang ketat dari berbagai pihak untuk mengurangi risiko bencana.