Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Prediksi Musim Hujan 2025-2026 Awal, Waspadai Risiko Wabah DBD

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
09 Okt 2025
286 dibaca
2 menit
BMKG Prediksi Musim Hujan 2025-2026 Awal, Waspadai Risiko Wabah DBD

Rangkuman 15 Detik

Musim hujan 2025/2026 diprediksi datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia.
Fenomena La Nina dapat meningkatkan curah hujan dan berpotensi menyebabkan wabah demam berdarah.
Petani perlu menyesuaikan pola tanam dan mempersiapkan diri menghadapi curah hujan yang tidak merata.
BMKG memprediksi musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih awal dari biasanya, sekitar September hingga November 2025, dan puncaknya akan terjadi pada November-Desember 2025 di bagian barat dan Januari-Februari 2026 di bagian selatan dan timur. Fenomena La Nina yang diperkirakan muncul akhir 2025 akan menambah intensitas curah hujan. BMKG menunjukkan bahwa musim hujan yang datang lebih awal dan meningkatnya curah hujan akan memicu beberapa masalah di berbagai sektor, khususnya peningkatan risiko wabah demam berdarah di Jakarta Utara, Selatan, dan Timur pada Desember 2025 hingga Januari 2026 akibat kelembapan yang tinggi. Untuk mengantisipasi risiko ini, BMKG mengimbau dilakukan berbagai langkah pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk, larvasidasi, fogging, serta penyuluhan dan monitoring melalui sistem peringatan dini DBD yang bisa diakses secara online oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Selain sektor kesehatan, BMKG juga memberikan rekomendasi di sektor pertanian dan perkebunan yang harus menyesuaikan jadwal tanam, varietas tanaman, dan pengelolaan air agar hasil panen tetap optimal meskipun curah hujan tinggi atau rendah di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara dan Papua bagian selatan. BMKG juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan di perkotaan dengan memperbaiki drainase, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan edukasi masyarakat agar dapat beradaptasi dengan kelembapan tinggi dan menjaga kesehatan selama musim hujan berlangsung.

Analisis Ahli

Dr. Ir. Dwi Handayani, Meteorologist
Prediksi awal musim hujan yang lebih cepat ini menunjukkan perubahan pola iklim yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terutama untuk mitigasi risiko banjir dan dampak sosial ekonomi.
Prof. Agus Santoso, Ahli Kesehatan Masyarakat
Peningkatan risiko DBD selama musim hujan harus diiringi dengan program kesehatan yang agresif agar kasus wabah dapat ditekan dan tidak menimbulkan beban besar bagi sistem kesehatan.