Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NSO Group Diakuisisi Investor Amerika, Kontroversi Dan Pengawasan Tetap Ketat

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
10 Okt 2025
1411 dibaca
2 menit
NSO Group Diakuisisi Investor Amerika, Kontroversi Dan Pengawasan Tetap Ketat

TLDR

Akuisisi NSO Group oleh kelompok investasi AS menimbulkan kekhawatiran tentang pengawasan dan pelanggaran hak asasi manusia.
NSO Group tetap diatur oleh otoritas Israel meskipun kepemilikannya beralih ke AS.
Perusahaan telah lama terlibat dalam kontroversi terkait penggunaan teknologinya oleh pemerintah untuk menargetkan individu.
NSO Group, perusahaan pembuat spyware terkenal dari Israel, baru saja diakuisisi oleh sebuah grup investasi asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh produser Hollywood, Robert Simonds. Meskipun terjadi perubahan kepemilikan, operasional dan pengawasan NSO tetap berada di Israel sesuai regulasi yang berlaku. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara NSO, Oded Hershowitz, namun rincian siapa saja investor dan nilai persis investasinya dirahasiakan.Perusahaan ini selama ini sangat kontroversial karena spyware mereka digunakan untuk menyadap orang-orang seperti jurnalis, pembela hak asasi manusia, dan aktivis di berbagai negara seperti India, Meksiko, dan Uni Emirat Arab. NSO telah ditekan internasional termasuk oleh Amerika Serikat yang memasukkan perusahaan ini ke dalam daftar terlarang sehingga perusahaan AS dilarang berbisnis dengan mereka.Sebagai bagian dari kesepakatan baru ini, co-founder sekaligus eksekutif NSO, Omri Lavie, diperkirakan tidak lagi terlibat dalam manajemen. Robert Simonds dan perusahaannya, STX Entertainment, belum memberikan komentar resmi mengenai akuisisi ini. Sebelumnya, Simonds sempat mencoba untuk membeli NSO namun tidak berhasil sampai akhirnya kini ia memimpin grup investasi yang berhasil mengakuisisi perusahaan itu.Meski ada pergantian kepemilikan ke pihak AS, NSO meyakinkan bahwa pengawasan dan regulasi tetap di tangan otoritas Israel termasuk Kementerian Pertahanan Israel. Namun, ini memicu kekhawatiran dari para aktivis dan peneliti seperti John Scott-Railton yang meragukan kemampuan Simonds dalam mengelola perusahaan dengan rekam jejak kontroversial terutama yang pernah menarget pejabat AS.NSO Group sendiri sudah beberapa kali berganti tangan sejak berdirinya, pernah dikuasai oleh perusahaan investasi Amerika dan Eropa, kemudian kembali ke tangan pendirinya. Kisahnya menunjukkan betapa sulitnya menghapus stigma negatif yang melekat pada perusahaan spyware kontroversial di era digital yang semakin diawasi ketat oleh berbagai pemerintah dan organisasi HAM.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.