Tiga Fisikawan Raih Nobel 2025 atas Terobosan dalam Quantum Tunneling
Sains
Fisika dan Kimia
08 Okt 2025
296 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian tentang tunneling kuantum membuka jalan bagi pengembangan teknologi modern.
Hadiah Nobel dalam Fisika 2025 diberikan kepada tiga fisikawan terkemuka yang berkontribusi pada mekanika kuantum.
Kemajuan dalam komputasi kuantum dapat mengubah cara kita memproses informasi di masa depan.
Pada tahun 2025, tiga fisikawan bernama John Clarke, Michel Devoret, dan John Martinis mendapatkan Hadiah Nobel Fisika karena karyanya pada awal 1980-an tentang quantum tunneling. Mereka berhasil membuat sebuah sirkuit dengan nol hambatan listrik untuk membuktikan bahwa partikel dapat menembus penghalang yang biasanya tidak bisa mereka lewati.
Sebelum penemuan ini, quantum tunneling hanyalah sebuah teori dalam dunia fisika. Namun, dengan eksperimen mereka yang berhasil, teori tersebut kini menjadi fakta yang terbukti dalam sirkuit nyata. Ini sangat penting karena menjadi dasar dari banyak perangkat elektronik modern yang kita gunakan, termasuk transistor dan teknologi komputer kuantum.
John Clarke memimpin penelitian di University of California, Berkeley sejak tahun 1969 dan masih aktif sebagai profesor emeritus. Sementara itu, Michel Devoret dan John Martinis juga berkontribusi banyak dalam pengembangan komputer kuantum, terutama saat mereka bekerja di tim Quantum AI milik Google.
Pada tahun 2019, John Martinis dan timnya di Google mengumumkan pencapaian quantum supremacy, yaitu kemampuan komputer kuantum untuk menyelesaikan masalah yang jauh lebih cepat dibandingkan superkomputer biasa. Devoret juga memegang posisi penting di Google Quantum AI sebagai ilmuwan utama perangkat keras kuantum.
Penghargaan Nobel ini menempatkan Clarke, Devoret, dan Martinis di antara fisikawan besar dunia lainnya seperti Max Planck dan Albert Einstein. Karya mereka tidak hanya memperkuat teori fisika kuantum, tetapi juga membuka jalan bagi revolusi teknologi di masa depan.
Analisis Ahli
John Preskill (physicist, quantum computing expert)
Pengakuan bagi Clarke, Devoret, dan Martinis merupakan sebuah tonggak penting karena mereka berhasil menghubungkan fisika kuantum teoretis dengan aplikasi praktis yang membuka jalan bagi era komputasi kuantum.Michelle Simmons (quantum physicist)
Keberhasilan membuktikan quantum tunneling secara fisik sangat penting dan akan mendorong lebih banyak inovasi di bidang perangkat kuantum dan teknologi masa depan yang lebih canggih.

