Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

ASEAN Perkuat Kerja Sama Digital, Targetkan Implementasi 2026

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
07 Okt 2025
16 dibaca
2 menit
ASEAN Perkuat Kerja Sama Digital, Targetkan Implementasi 2026

AI summary

Kerja sama digital di ASEAN sangat penting untuk memperkuat integrasi ekonomi di kawasan.
Indonesia diperkirakan akan memimpin ekonomi digital di ASEAN dengan nilai yang signifikan pada tahun 2030.
Tantangan regulasi dan akses UMKM lintas batas perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital.
Pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN sedang menguatkan kerja sama di bidang ekonomi digital melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (ASEAN-DEFA). Pertemuan selama empat hari di Jakarta berhasil mencapai progres 70% dan menargetkan implementasi pada tahun 2026. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.Ekonomi digital ASEAN dinilai sangat potensial dengan populasi 680 juta orang. Nilai ekonomi digital di kawasan ini mencapai US$263 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan tumbuh hingga US$2 triliun pada 2030 jika framework DEFA diimplementasikan dengan baik. Indonesia menjadi pemimpin pada sektor ini dengan nilai ekonomi digital mencapai US$90 miliar di tahun 2024.Sektor e-commerce di Indonesia diperkirakan akan berkontribusi besar terhadap ekonomi digital ASEAN pada 2030, mencapai nilai US$150 miliar. Namun, ada beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti perbedaan regulasi antar negara anggota dan keterbatasan UMKM untuk mengakses pasar lintas batas.Dalam pertemuan tersebut, lima pasal utama disepakati untuk segera diselesaikan, yaitu layanan keuangan termasuk transmisi elektronik yang berbasis regulasi WTO, perlakuan non-diskriminatif untuk produk digital, kabel bawah laut, dan fleksibilitas sistem pembayaran elektronik. Hal ini diharapkan akan mempercepat proses harmonisasi regulasi.Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto optimis bahwa dengan komitmen seluruh negara anggota ASEAN, framework ini akan mendorong pertumbuhan dan integrasi ekonomi digital di kawasan. Ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk lebih aktif berpartisipasi dalam perdagangan digital lintas negara, sehingga meningkatkan daya saing ekonomi ASEAN.

Experts Analysis

Dr. Bambang Suryadi (Ekonom Digital)
Framework ini akan membuka peluang besar bagi digitalisasi ekonomi di ASEAN, namun kunci keberhasilan ada pada implementasi yang konsisten dan penyesuaian regulasi di setiap negara anggota.
Prof. Siti Nurhaliza (Pengamat Ekonomi Regional)
Indonesia sebagai pemimpin ekonomi digital ASEAN memiliki posisi strategis untuk mendorong kolaborasi dan inovasi lintas negara, terutama dalam mengatasi hambatan regulasi dan pengembangan UMKM.
Editorial Note
Kesepakatan ASEAN-DEFA merupakan langkah strategis yang sangat tepat untuk mengakselerasi transformasi digital kawasan dengan memanfaatkan potensi ekonomi digital yang sangat besar. Namun, tanpa harmonisasi regulasi yang solid dan peningkatan kapasitas UMKM, manfaat dari perjanjian ini bisa terhambat dan tidak optimal bagi seluruh anggota ASEAN.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.