picoRing: Cincin Mouse Hemat Energi untuk Kendali Kacamata AR Masa Depan
Teknologi
Gadgets dan Wearable
07 Okt 2025
125 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
PicoRing adalah inovasi baru dalam input perangkat wearable untuk AR dan VR.
Teknologi semi-pasif induktif yang digunakan dalam picoRing memungkinkan komunikasi yang lebih efisien.
PicoRing memiliki potensi untuk memperpanjang masa pakai perangkat wearable lainnya di masa depan.
Untuk waktu yang lama, mouse komputer menjadi alat utama dalam berinteraksi dengan komputer karena kecepatan dan kemudahannya. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi khususnya di bidang augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), dibutuhkan cara baru yang lebih alami dan praktis untuk mengendalikan perangkat tersebut. Di sinilah tim dari University of Tokyo memperkenalkan picoRing, sebuah cincin kecil dan hemat energi yang berfungsi sebagai mouse nirkabel untuk mengendalikan kacamata AR.
Masalah utama dengan cincin pintar sebelumnya adalah masa pakai baterainya yang sangat pendek karena keterbatasan ukuran baterai 50–60 milliwatt-hour. Namun, picoRing berhasil mengurangi konsumsi daya menjadi sangat kecil, mulai dari 30 hingga 500 microwatt, sehingga cincin ini bisa digunakan lebih dari sebulan hanya dengan satu kali pengisian. Ini memungkinkan pengguna untuk menggunakan perangkat dengan praktis tanpa harus sering mengisi daya.
Teknologi yang digunakan adalah sistem komunikasi semi-passive inductive telemetry (semi-PIT) yang mengandalkan koil kawat dengan kapasitor tersebar untuk memperkuat medan magnet secara alami tanpa membutuhkan penguatan aktif. Hal ini membuat cincin tetap ringan dan berukuran hanya 5 gram, sekaligus mampu berkomunikasi dalam jarak yang lebih jauh dari dekat jarak antena NFC namun dengan konsumsi daya yang jauh lebih rendah dibandingkan Bluetooth.
Meskipun picoRing menunjukkan banyak keunggulan, perangkat ini masih memiliki kekurangan seperti ukuran yang terasa agak besar untuk sebuah cincin dan kemampuan transfer data yang terbatas hanya untuk fungsi dasar seperti menggulir dan menekan. Selain itu, cincin ini masih membutuhkan wristband sebagai perantara komunikasi, meskipun ada kemungkinan di masa depan teknologi ini dapat digantikan oleh kain konduktif atau sistem relay nirkabel lainnya.
Ke depan, tim peneliti berencana untuk meningkatkan kenyamanan dan keandalan picoRing, serta menjajaki aplikasi lain selain untuk AR, seperti dalam pemantauan kesehatan. Karena cincin bersentuhan langsung dengan kulit, mereka berpotensi mengukur tanda vital seperti detak jantung dan stres. Jadi, picoRing bisa menjadi fondasi baru untuk perangkat wearable yang lebih tahan lama, efisien, dan multifungsi.
Analisis Ahli
Mark Weiser (Pioneer of ubiquitous computing)
Innovations like picoRing echo the vision of seamless, natural computing interaction where devices fade into the background, enabling unobtrusive control in daily life.

