TLDR
Meta sedang mengembangkan kontrol pergelangan tangan berbasis elektromiografi untuk interaksi AR. Model pembelajaran mesin Meta telah menunjukkan akurasi tinggi dalam mendeteksi gerakan dan tulisan tangan. Kacamata pintar yang direncanakan Meta diharapkan dapat mengubah cara orang berinteraksi dengan dunia digital. Meta sedang mengembangkan teknologi kontrol baru untuk kacamata augmented reality (AR) yang menggunakan sinyal otot di pergelangan tangan. Teknologi ini disebut electromyography (EMG) yang mampu mendeteksi gerakan otot dan mengubahnya menjadi perintah digital untuk berinteraksi dengan perangkat.Dengan teknologi ini, pengguna bisa melakukan berbagai gestur seperti mengetuk, menggeser, dan mencubit tanpa harus memakai perangkat input tradisional seperti keyboard atau mouse yang biasanya merepotkan terutama saat dalam perjalanan.Sistem kontrol EMG ini juga mampu mengenali tulisan tangan, sehingga pengguna bisa mengirim pesan langsung lewat gerakan tangan yang natural tanpa harus melihat layar atau menggunakan jari di perangkat lain.Meta telah melakukan riset dan tes yang menunjukkan akurasi teknologi ini sangat tinggi, dengan tingkat keberhasilan pengenalan lebih dari 90%. Ini menjadikan teknologi ini salah satu yang terbaik di dunia untuk antarmuka neuromotor tanpa kalibrasi khusus untuk tiap pengguna.Perusahaan berencana meluncurkan kacamata AR dengan fitur kontrol pergelangan tangan ini kepada konsumen pada tahun 2027. Teknologi ini diharapkan akan mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital dan menjadi alat utama pengganti smartphone di masa depan.