AI summary
Sistem komunikasi NGC2 memiliki masalah keamanan yang serius, yang dapat mengakibatkan akses tidak terdeteksi oleh pihak musuh. Anduril dan Palantir berusaha untuk memodernisasi teknologi militer, namun terdapat kekhawatiran tentang pendekatan cepat yang mereka gunakan. Angkatan Darat AS terus mengawasi dan memperbaiki masalah dalam kolaborasi dengan vendor untuk menjaga keamanan sistem. Pembaruan jaringan komunikasi medan tempur Angkatan Darat AS kini sedang dikembangkan oleh perusahaan teknologi seperti Anduril dan Palantir, yang menjanjikan teknologi canggih dan lebih efisien. Namun, sebuah memo internal Angkatan Darat mengungkap masalah keamanan serius pada sistem prototipe yang menghubungkan prajurit, kendaraan, dan komandan dengan data real-time.Memo tersebut menyatakan bahwa sistem NGC2 yang sedang diuji memungkinkan setiap pengguna yang berwenang mengakses semua aplikasi dan data tanpa batas kontrol yang memadai, serta tidak ada upaya pelacakan aktivitas pengguna. Hal ini membuka potensi penyalahgunaan informasi rahasia yang sangat berbahaya.Selain itu, beberapa aplikasi pihak ketiga dalam sistem tersebut ditemukan memiliki ratusan kerentanan keamanan, termasuk 25 kerentanan tingkat tinggi pada satu aplikasi. Angkatan Darat mengidentifikasi bahwa satu aplikasi masih memiliki beberapa kelemahan, namun proses perbaikan sedang berlangsung dengan cepat.Perusahaan Anduril dan Palantir menanggapi kritik ini dengan menyatakan bahwa laporan tersebut sudah usang dan banyak perbaikan telah dilakukan. Palantir fokus pada proses persetujuan untuk mempercepat pembaruan perangkat lunak melalui proyek 'continuous authority to operate'.Kontrak senilai ratusan juta dolar telah diberikan pada kedua perusahaan ini untuk membangun sistem komunikasi dan teknologi militer canggih lainnya, mengharapkan inovasi ala Silicon Valley dapat memperkuat keunggulan teknologi Angkatan Darat AS. Namun, risiko keamanan harus diatasi agar sistem dapat diandalkan di medan tempur.
Pendekatan pengembangan cepat ala Silicon Valley tidak bisa langsung diaplikasikan di bidang militer tanpa penyesuaian besar karena risikonya yang sangat tinggi. Keamanan sistem militer harus menjadi prioritas utama agar tidak menimbulkan celah yang bisa dimanfaatkan musuh, yang jika gagal bisa berakibat fatal bagi operasi di medan tempur.