Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Palantir Tolak Proyek Identitas Digital Inggris, Fokus Bisnis AI Pertahanan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
05 Okt 2025
1237 dibaca
2 menit
Palantir Tolak Proyek Identitas Digital Inggris, Fokus Bisnis AI Pertahanan

TLDR

Palantir menunjukkan bahwa mereka tidak akan mengejar setiap peluang pendapatan jika ada risiko reputasi yang tinggi.
Keputusan Palantir untuk menolak kontrak identitas digital mencerminkan fokus pada proyek yang lebih etis dan berisiko lebih rendah.
Pendapatan Palantir terus tumbuh, terutama dalam sektor pemerintahan, meskipun ada kontroversi terkait dengan proyek tertentu.
Palantir adalah perusahaan teknologi yang terkenal dalam pengembangan AI kelas pertahanan yang digunakan oleh militer dan pemerintahan. CEO Alex Karp menyatakan keyakinan kuat terhadap pertumbuhan perusahaan, yang didukung oleh lonjakan sahamnya hingga tiga digit tahun ini. Palantir banyak berperan dalam proyek pemerintah, terutama dalam integrasi AI untuk tugas-tugas kritis yang membutuhkan kecepatan dan ketelitian tinggi.Meskipun Palantir menikmati pertumbuhan pendapatan besar di sektor pemerintah, perusahaan baru-baru ini memilih keluar dari program identitas digital pemerintah Inggris yang bernilai antara £1,2 miliar hingga £2 miliar. Kepala kantor Inggris, Louis Mosley, menyebut proyek ini 'undemokratis' dan menyuarakan kekhawatiran mengenai keamanan data yang akan disimpan di dompet digital pada ponsel pengguna.Dukungan publik untuk identitas digital wajib menurun drastis dari 53% menjadi hanya 31%, dengan 45% menolak kebijakan tersebut. Palantir memilih tidak mengajukan tawaran untuk kontrak ini karena adanya risiko besar terhadap mandat demokrasi dan potensi masalah keamanan yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan.Di sisi lain, Palantir terus mengembangkan bisnisnya yang lebih aman dan kurang kontroversial, terutama proyek NHS Federated Data Platform senilai £330 juta serta berbagai kontrak pertahanan utama di AS. Pendapatan sektor pemerintahan naik signifikan, mencapai $553 juta di kuartal kedua tahun 2025, menandakan ketergantungan pemerintah semakin kuat pada teknologi AI dari Palantir.Kontrak besar yang dikelola Palantir termasuk perjanjian 10 tahun dengan U.S. Army senilai hingga $10 miliar dan berbagai proyek keamanan nasional yang sudah mengimplementasikan AI. Perusahaan ini terus fokus pada solusi berjangka panjang yang tahan risiko, mempersiapkan pertumbuhan yang berkelanjutan di bidang kecerdasan buatan, sekaligus menghindari proyek berpotensi kontroversi tinggi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.