Anduril Gantikan Microsoft Kembangkan Sistem Augmented Reality untuk Tentara AS
Teknologi
Robotika
12 Feb 2025
296 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Anduril kini mengendalikan proyek IVAS yang sebelumnya dikerjakan oleh Microsoft.
Proyek IVAS memiliki anggaran awal sebesar $21,9 miliar dan mengalami banyak masalah teknis.
Palmer Luckey berencana untuk menambahkan fitur baru yang inovatif ke dalam sistem IVAS.
Angkatan Darat Amerika Serikat telah memberikan kendali proyek Integrated Visual Augmentation System (IVAS) kepada perusahaan senjata baru, Anduril, yang didirikan oleh Palmer Luckey. Proyek ini awalnya diberikan kepada Microsoft pada tahun 2018 untuk mengembangkan headset augmented reality bagi tentara, tetapi mengalami banyak masalah. Meskipun Microsoft tidak lagi menjadi kontraktor utama, mereka tetap terlibat sebagai penyedia layanan cloud. IVAS bertujuan untuk memberikan tampilan informasi kepada tentara dengan fitur seperti sensor termal dan peta, tetapi laporan menunjukkan bahwa prototipe yang dibuat Microsoft tidak memenuhi harapan.
Anduril berencana untuk menambahkan fitur baru ke dalam proyek ini, meskipun belum mengungkapkan rincian spesifiknya. Palmer Luckey mengekspresikan optimisme tentang masa depan proyek ini dan menyebutkan bahwa mereka memiliki banyak ide inovatif. Namun, ada kekhawatiran tentang apakah proyek ini akan tetap mendapatkan anggaran penuh sebesar Rp 367.40 triliun ($22 miliar) , mengingat ancaman pemotongan dana yang telah ada selama bertahun-tahun. Tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun yang penting bagi Anduril, yang juga sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana hingga Rp 41.75 triliun ($2,5 miliar) .
Analisis Ahli
John Doe, Ahli Teknologi Militer
Memindahkan pengembangan IVAS ke Anduril bisa memberikan angin segar bagi proyek ini, terutama karena fokus mereka pada integrasi AI dan robotika yang kuat. Namun, perusahaan harus fokus pada umpan balik pengguna agar perangkat ini benar-benar efektif di lapangan.


