TLDR
Anduril mengambil alih pengembangan sistem headset realitas campuran untuk Angkatan Darat AS. Program IVAS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran situasional tentara melalui teknologi AR dan VR. Anduril menjalin kemitraan dengan OpenAI untuk memanfaatkan data pertahanan dalam pelatihan kecerdasan buatan. Perusahaan teknologi pertahanan Anduril, yang didirikan oleh Palmer Luckey, akan mengambil alih pengembangan dan produksi program headset realitas campuran milik Microsoft untuk Angkatan Darat AS. Proyek ini, yang disebut Integrated Visual Augmentation System (IVAS), bertujuan untuk memberikan sistem yang dapat dikenakan oleh tentara yang menggabungkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) untuk meningkatkan kesadaran situasional dan mendukung komando misi. Selain itu, Microsoft Azure akan menjadi platform cloud utama untuk semua teknologi terkait IVAS dan AI Anduril.Kesepakatan ini masih memerlukan persetujuan dari Departemen Pertahanan AS. Anduril juga telah menjalin kemitraan dengan OpenAI, pembuat ChatGPT, untuk meningkatkan penggunaan data pertahanan dalam pelatihan kecerdasan buatan. Berita ini muncul di tengah pembicaraan tentang putaran pendanaan baru yang dapat meningkatkan nilai perusahaan hingga $28 miliar.