Bank of England Tegaskan Batas Kepemilikan Stablecoin demi Stabilitas Keuangan
Finansial
Perencanaan Keuangan
16 Okt 2025
79 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bank of England mengusulkan batasan pada jumlah stablecoin untuk menjaga stabilitas keuangan.
Sarah Breeden menekankan risiko yang dapat ditimbulkan oleh aliran dana besar dari bank ke stablecoin.
Regulasi untuk stablecoin di Inggris akan diatur oleh Bank of England dan Financial Conduct Authority dengan pendekatan yang berbeda.
Bank of England (BoE) mengambil langkah tegas dengan mengusulkan batasan jumlah stablecoin yang dapat dimiliki individu dan bisnis. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas keuangan, mengingat popularitas stablecoin yang terus meningkat pesat akhir-akhir ini.
BoE khawatir jika banyak uang yang mengalir keluar dari deposito bank dan masuk ke stablecoin secara cepat, hal ini dapat menyebabkan kredit bagi bisnis dan rumah tangga menjadi terganggu. Untuk itu, mereka mengusulkan batasan kepemilikan mulai dari 10.000 hingga 20.000 pound untuk individu.
Meski industri kripto menolak usulan pembatasan ini, wakil gubernur BoE, Sarah Breeden, menegaskan bahwa langkah ini perlu diterapkan sampai jelas bahwa stablecoin tidak membahayakan sistem keuangan. Bisnis besar diperkirakan akan dikecualikan dari batasan tersebut agar mereka tetap dapat menggunakan stablecoin sesuai kebutuhan.
Dalam tata kelola baru, Bank of England hanya akan mengatur stablecoin yang dianggap sistemik dan berpotensi digunakan secara luas sebagai alat pembayaran. Sedangkan stablecoin lain akan diatur oleh Financial Conduct Authority dengan regulasi yang lebih longgar.
BoE juga bekerja sama dengan otoritas finansial dan pemerintah Inggris untuk menetapkan aturan penyelesaian jika penerbit stablecoin gagal, guna menjamin layanan tetap berjalan. Regulasi final diperkirakan akan diumumkan pada tahun depan setelah konsultasi publik yang diluncurkan bulan depan.
Analisis Ahli
Sarah Breeden
Penekanan pada pembatasan kepemilikan stablecoin penting untuk melindungi sistem perbankan dari dampak outflow massif yang bisa menimbulkan krisis kredit.