Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank of England Beri Pengecualian Batas Stablecoin untuk Dukung Inovasi Digital

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (5mo ago) banking-and-financial-services (5mo ago)
08 Okt 2025
240 dibaca
2 menit
Bank of England Beri Pengecualian Batas Stablecoin untuk Dukung Inovasi Digital

Rangkuman 15 Detik

Bank of England mulai bersikap lebih fleksibel terhadap penggunaan stablecoin.
Ada kekhawatiran bahwa regulasi yang ketat dapat mengalihkan inovasi dan likuiditas dari Inggris ke AS.
Digital Securities Sandbox akan membantu menguji efektivitas stablecoin dalam transaksi nyata.
Bank of England berencana memberikan pengecualian atas pembatasan kepemilikan stablecoin, khususnya untuk firma seperti bursa kripto yang memerlukan likuiditas besar dalam aset tersebut. Hal ini menunjukkan perubahan sikap yang lebih fleksibel terhadap aset digital, seiring dengan persaingan global yang semakin sengit. Selain itu, Bank of England akan memperbolehkan penggunaan stablecoin sebagai aset penyelesaian dalam Digital Securities Sandbox, yaitu lingkungan pengujian yang diatur untuk mencoba penerbitan dan perdagangan berbasis blockchain. Langkah ini untuk melihat efektivitas stablecoin secara langsung di lapangan sebelum mengimplementasikan aturan resmi. Pemerintah sempat mengusulkan pembatasan kepemilikan stablecoin hingga £20,000 untuk individu dan £10 juta untuk bisnis pada stablecoin sistemik yang digunakan secara luas dalam pembayaran. Namun, tekanan dari para pelaku industri mengkhawatirkan bahwa aturan ketat dapat membuat Inggris kehilangan inovasi ke Amerika Serikat. Bank of England kini mempertimbangkan model cadangan stablecoin yang lebih lunak, seperti memperbolehkan stablecoin sistemik didukung oleh aset berkualitas tinggi seperti obligasi pemerintah jangka pendek. Hal ini menyesuaikan regulasi Inggris dengan kerangka di AS dan Uni Eropa, serta merespons kritik dari industri. Meskipun penggunaan stablecoin di pasar sterling masih sangat kecil, tren global menunjukkan pertumbuhan pesat dengan potensi transaksi hingga 50 triliun dolar AS pada 2030. Oleh karena itu, Inggris berupaya mempercepat regulasi agar tidak tertinggal dalam inovasi pembayaran digital.

Analisis Ahli

Andrew Bailey
Mengenali risiko stabilitas uang konvensional dari penggunaan stablecoin, namun mulai melihat potensi coexistence dengan sistem keuangan tradisional jika diatur dengan benar.
Shalini Nagarajan
Menyoroti perlunya pendekatan yang fleksibel dari regulator Inggris untuk menghindari kehilangan posisi kompetitif pasar keuangan digital global.