Polisi Inggris Sita 61.000 Bitcoin Rp 102 Triliun dari Penipuan Besar
Finansial
Mata Uang Kripto
01 Okt 2025
234 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Polisi Inggris berhasil menyita 61.000 Bitcoin senilai $7,2 miliar dari seorang penipu China.
Zhimin Qian dijatuhi hukuman atas penipuan investasi yang merugikan lebih dari 128.000 orang.
Kasus ini merupakan hasil dari penyelidikan tujuh tahun yang melibatkan kerjasama dengan otoritas China.
Polisi Metropolitan Inggris berhasil menyita 61.000 Bitcoin dengan nilai sekitar 7,2 miliar dolar AS, menyandang predikat penyitaan cryptocurrency terbesar dalam sejarah. Penyelidikan ini merupakan akhirnya dari kasus penipuan investasi besar yang berlangsung selama tujuh tahun.
Zhimin Qian, warga China yang dijuluki "Ratu Bitcoin", menjalankan skema penipuan ala Ponzi antara tahun 2014 hingga 2017. Korbannya mencapai lebih dari 128.000 orang, yang kebanyakan adalah lansia berusia antara 50 hingga 75 tahun. Mereka dijanjikan keuntungan tinggi dari investasi palsu dan kehilangan miliaran dolar.
Setelah skema tersebut runtuh pada 2017, Qian melarikan diri ke Inggris dengan dokumen palsu dan menjalani gaya hidup mewah. Ia mencoba mencuci uang hasil kejahatannya dengan membeli properti mahal, seperti vila di Dubai dan rumah mewah di Hampstead, London.
Pada 2018, kepolisian Inggris melakukan penggerebekan di rumah Qian dan menemukan perangkat keras yang menyimpan dompet digital dengan 61.000 Bitcoin. Hal ini memperlihatkan kepedulian aparat dalam mendeteksi dan menangani pencucian uang melalui aset kripto.
Penyitaan ini mengalahkan rekor penyitaan Bitcoin sebelumnya di Amerika Serikat, termasuk milik pendiri pasar gelap Silk Road dan hasil peretasan di bursa Bitfinex. Qian kini berada dalam tahanan, menunggu vonis sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap kejahatan dunia maya.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Penyitaan besar ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin bersifat desentralisasi, identitas pelaku dan aktivitas jahat tetap bisa dilacak melalui kolaborasi internasional dan teknik forensik blockchain yang semakin canggih.