Visa Uji Coba Stablecoin untuk Permudah dan Percepat Pembayaran Internasional
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
30 Sep 2025
187 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Visa mulai mengadopsi stablecoin untuk mempercepat transaksi internasional.
Genius Act memberikan kejelasan regulasi yang mendukung penggunaan stablecoin oleh institusi besar.
Stablecoin dianggap sebagai alat kolaborasi dalam infrastruktur pembayaran yang ada.
Visa mengumumkan bahwa mereka akan mulai menguji penggunaan stablecoin sebagai alat untuk membiayai pembayaran internasional bagi bisnis. Stablecoin adalah token digital yang memiliki nilai tetap, seringkali didukung oleh mata uang seperti dolar AS. Dengan menggunakan stablecoin, perusahaan tidak perlu lagi menyimpan uang di sejumlah akun lokal di berbagai negara, sehingga transaksi bisa menjadi lebih cepat dan efisien.
Keputusan Visa ini dipengaruhi oleh adanya regulasi baru bernama Genius Act yang disahkan di Amerika Serikat. Regulasi ini memberi aturan jelas bagi penerbit stablecoin sehingga meningkatkan kepercayaan institusi besar untuk mengadopsi teknologi tersebut. Sebelumnya, banyak perusahaan besar enggan menggunakan stablecoin karena ketidakpastian hukum dan risiko yang belum jelas.
Program pilot Visa ini akan melibatkan bank, perusahaan pengiriman uang, dan lembaga keuangan lainnya yang bisa menggunakan stablecoin untuk prapendanaan akun, menggantikan mata uang tradisional seperti dolar atau euro. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pembayaran lintas batas dan mengurangi kebutuhan perusahaan untuk mengunci dana besar dalam berbagai mata uang.
Beberapa pengamat menganggap penggunaan stablecoin bisa mengancam bank-bank regional dan perusahaan pembayaran tradisional. Namun, Visa memilih untuk berkolaborasi dan mengintegrasikan teknologi stablecoin ke dalam sistem yang sudah ada, bukan bersaing secara langsung. Ini menunjukkan pendekatan yang pragmatis dalam dunia keuangan yang terus berubah.
Secara keseluruhan, langkah Visa ini menandakan semakin matangnya adopsi stablecoin dalam dunia bisnis dan keuangan global. Dengan teknologi ini, pembayaran internasional bisa menjadi lebih cepat, murah, dan transparan, membentuk masa depan layanan keuangan digital yang lebih inklusif dan efisien.
Analisis Ahli
Mark Nelsen
Stabilitas dan kemudahan integrasi stablecoin ke dalam sistem pembayaran tradisional membuatnya lebih mungkin menjadi bagian dari infrastruktur keuangan utama daripada hanya sekadar tren kripto.Matthew Tuttle
Stablecoin berpotensi merusak peran bank regional, namun inovasi ini juga mendorong pasar untuk beradaptasi dan memperkuat daya saing mereka dengan teknologi terbaru.