AI summary
Visa meluncurkan program percontohan untuk penggunaan stablecoin dalam pembayaran lintas batas. Stablecoin membantu perusahaan dalam manajemen likuiditas dan efisiensi modal kerja. Persaingan di ruang stablecoin semakin ketat dengan langkah-langkah yang diambil oleh Mastercard dan American Express. Visa Inc. mengumumkan pilot program baru yang memungkinkan bisnis menggunakan stablecoin untuk mendanai pembayaran lintas batas melalui platform Visa Direct. Ini merupakan langkah untuk mempercepat dan mempermudah transfer uang internasional dengan teknologi digital terbaru.Dengan menggunakan stablecoin dari penyedia yang disetujui, perusahaan bisa memprefund transaksi mereka, sehingga likuiditas dan modal kerja menjadi lebih fleksibel. Meskipun dana dasar menggunakan stablecoin, penerima tetap menerima uang dalam mata uang lokal mereka, sehingga tetap nyaman digunakan.Masalah utama yang diatasi adalah kebutuhan perusahaan besar untuk mengikat modal besar di berbagai negara ketika melakukan pembayaran lintas batas, yang selama ini mahal dan menyulitkan. Stablecoin menawarkan sistem yang lebih gesit dan mengurangi hambatan operasional.Pesaing seperti Mastercard dan American Express juga aktif di ranah ini, dengan Mastercard yang terlibat langsung dalam jaringan stablecoin Global Dollar Network, dan American Express yang merilis produk kartu kredit dengan tautan kripto bersama Coinbase.Visa mendapatkan respons positif dari pasar dengan kenaikan harga saham 10,7% tahun berjalan dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hingga 13,7% pada 2025. Program stablecoin ini direncanakan mulai tersedia secara terbatas pada April 2026.
Visa mengambil langkah strategis yang sangat tepat dengan mengintegrasikan stablecoin dalam operasi pembayaran lintas batas, mengingat tren digitalisasi dan tuntutan efisiensi yang semakin mendesak. Namun, tantangan regulasi dan adopsi massal masih akan menjadi hambatan yang harus diatasi agar teknologi ini benar-benar merubah lanskap pembayaran internasional.