AI summary
Visa meluncurkan pilot stablecoin untuk mempercepat pembayaran lintas batas. Pilot ini bertujuan meningkatkan likuiditas dan efisiensi dalam pengelolaan treasury untuk bisnis. Kolaborasi dengan Onafriq menunjukkan komitmen Visa dalam memperluas jangkauan layanan pembayaran di Afrika. Visa, sebuah perusahaan pembayaran digital asal Amerika Serikat, mengumumkan rencana untuk menguji coba penggunaan stablecoin sebagai metode pendanaan pra-pembayaran melalui platform Visa Direct mereka. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat proses pembayaran lintas batas yang selama ini masih lambat dan mahal.Pembayaran lintas batas tradisional membutuhkan modal besar untuk pendanaan di awal dan proses yang kompleks, sehingga mempengaruhi likuiditas dan efisiensi bisnis. Dengan stablecoin, Visa ingin memberikan alternatif yang setara dengan uang di bank untuk menyederhanakan transaksi dan mengurangi hambatan.Dalam pilot ini, bisnis dapat mendanai Visa Direct dengan stablecoin, sehingga transaksi menjadi lebih cepat dan tidak tergantung fluktuasi nilai mata uang lokal. Pilot akan dijalankan bersama mitra terpilih yang memenuhi kriteria tertentu dan direncanakan untuk diperluas pada tahun 2026.Selain itu, Visa juga bekerja sama dengan Onafriq untuk memperkenalkan Visa Pay di Republik Demokratik Kongo, memungkinkan konsumen menggunakan layanan uang seluler untuk mengisi saldo dompet Visa Pay. Ini menunjang transaksi digital dan e-commerce di wilayah tersebut.Visa melihat inisiatif ini sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk memodernisasi pembayaran lintas batas dengan mengintegrasikan teknologi blockchain, menawarkan pilihan pembayaran yang lebih cepat dan fleksibel bagi bisnis di seluruh dunia.
Pendekatan Visa ini sangat strategis karena menggabungkan teknologi blockchain dengan jaringan pembayaran yang sudah besar sehingga mengatasi masalah utama pembayaran internasional saat ini. Jika berhasil, ini bisa menjadi katalis bagi adopsi stablecoin yang lebih luas di sektor bisnis, bukan hanya spekulasi kripto biasa.