AI summary
Visa meluncurkan pilot prefunding stablecoin untuk meningkatkan efisiensi pembayaran lintas batas. Stablecoin dapat membantu perusahaan menghindari masalah likuiditas saat bank tutup. Regulasi yang jelas diperlukan untuk penerapan stablecoin secara luas di pasar global. Visa meluncurkan program percontohan penggunaan stablecoin untuk mendukung transfer uang lintas negara secara cepat melalui jaringan Visa Direct. Ini memungkinkan perusahaan untuk mentransfer uang secara instan tanpa perlu mempertahankan dana dalam bank lokal yang seringkali tutup pada akhir pekan.Sebelumnya, perusahaan yang ingin membayar pengemudi atau karyawan di luar negeri harus menyediakan uang tiga hari ke depan di bank setempat sebagai cadangan, yang menyulitkan terutama jika dana harus ditambah saat bank tutup. Dengan stablecoin, dana bisa dikonversi dan dikirim kapan saja karena bursa stablecoin beroperasi 24 jam.Visa tidak membuat stablecoin sendiri melainkan mendukung stablecoin pihak ketiga yang sudah memiliki volume transaksi berarti, termasuk kemungkinan stablecoin dari PayPal dan lainnya. Visa bertindak sebagai jembatan pembayaran yang mengintegrasikan token tersebut dalam jaringan Visa Direct yang sudah ada.Pilot ini fokus awalnya pada pengirim uang skala besar dan ada potensi besar pada pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B) yang melibatkan triliunan dolar per tahun. Selain itu, stablecoin juga bisa dikaitkan dengan kartu debit Visa untuk digunakan konsumen dalam transaksi sehari-hari.Meskipun potensi besar, Visa masih menghadapi tantangan aturan dan lisensi di berbagai negara yang berbeda. Kejelasan regulasi di masa depan diharapkan akan mendorong adopsi stablecoin secara global lebih cepat.
Langkah Visa ini sangat strategis karena menggabungkan kekuatan jaringan pembayaran besar dengan inovasi stablecoin tanpa harus membuat stablecoin sendiri, yang memungkinkan adopsi lebih cepat dan efisien. Namun, keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada harmonisasi regulasi lintas negara yang saat ini masih belum pasti.