Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Penurunan Saham Figma Peluang Beli di Tengah Pertumbuhan Teknologi?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
YahooFinance YahooFinance
10 Sep 2025
288 dibaca
2 menit
Apakah Penurunan Saham Figma Peluang Beli di Tengah Pertumbuhan Teknologi?

Rangkuman 15 Detik

Figma menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat meskipun menghadapi tantangan pasar.
Akuisisi strategis Figma dapat memperkuat posisinya dalam industri desain kolaboratif.
Investor perlu berhati-hati mengingat valuasi saham Figma yang tinggi dan potensi volatilitas di masa depan.
Sektor teknologi informasi dalam indeks S&P Information Technology menunjukkan performa yang mengesankan dengan kenaikan 13,41% dalam tiga bulan terakhir, lebih baik dibandingkan S&P 500 yang naik 9,13%. Pendorong utama di balik pertumbuhan ini adalah peningkatan pengeluaran perusahaan pada software, terutama yang didukung teknologi Artificial Intelligence dan cloud yang terus berkembang. Figma, platform desain berbasis cloud, melakukan IPO pada Juli dengan harga awal Rp 551.10 ribu ($33) per saham dan langsung melonjak lebih dari 250% mencapai di atas Rp 2.34 juta ($140) pada hari perdagangan perdana. Namun, saham ini kemudian turun tajam sekitar 60% setelah laporan kuartal kedua diterbitkan dan kekhawatiran terkait masa lockup serta valuasi yang tinggi mulai menghantui investor. Secara keuangan, Figma mencatat peningkatan pendapatan sebesar 41% YoY menjadi sekitar Rp 4.17 triliun ($249,6 juta) pada kuartal kedua 2025. Perusahaan berhasil mencapai profitabilitas dengan margin kecil namun positif dan memiliki saldo kas yang kuat sebesar Rp 26.72 triliun ($1,6 miliar) , memberikan fleksibilitas dana untuk pengembangan produk dan inovasi lebih lanjut. Figma telah membuat dua akuisisi penting, yaitu Modyfi dan Payload, yang memperluas kemampuan platformnya dari animasi dan motion design hingga sistem manajemen konten yang memungkinkan integrasi desain dan produksi aplikasi secara lebih erat. Ini menunjukkan fokus perusahaan untuk menjadi ekosistem produk yang lengkap dan menarik berbagai jenis pengguna. Melihat ke depan, Figma memperkirakan pendapatan kuartal ketiga akan mencapai antara Rp 4.39 triliun ($263 juta) hingga Rp 4.43 triliun ($265 juta) , dengan pertumbuhan tahunan sekitar 33%. Analis memberikan rating Hold dengan target harga rata-rata sekitar Rp 112.84 juta ($67,57) , menandakan adanya potensi kenaikan tetapi juga risiko volatilitas. Investor disarankan bersikap hati-hati dan bersabar dalam menghadapi fluktuasi harga saham ini.

Analisis Ahli

Brent Bracelin
Figma punya potensi besar dengan pendapatan berulang yang bisa tiga kali lipat pada 2030 dan margin flow kas bebas mendekati 30%, menandakan pertumbuhan jangka panjang yang kuat.