Analisa Valuasi Saham Figma: Apakah Waktunya Investasi atau Waspada?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
13 Sep 2025
200 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Figma mengalami penurunan harga saham yang signifikan, menarik perhatian investor.
Analisis DCF menunjukkan bahwa Figma saat ini dianggap overvalued.
Alat 'Narratives' dapat membantu investor dalam memahami nilai perusahaan berdasarkan asumsi dan proyeksi pribadi.
Harga saham Figma telah mengalami penurunan signifikan dalam waktu dekat, termasuk penurunan 35,2% dalam sebulan terakhir dan 54,1% selama tahun berjalan. Penurunan ini menjadi perhatian banyak investor, terutama mereka yang mencari peluang beli dan juga mereka yang fokus pada pertumbuhan jangka panjang perusahaan teknologi seperti Figma.
Turunnya harga saham Figma banyak dipengaruhi oleh perubahan sentimen pasar terhadap saham teknologi. Berita tentang persaingan yang semakin ketat dan pergeseran sektor telah membuat investor lebih berhati-hati dalam menilai risiko dan potensi pertumbuhan perusahaan seperti Figma yang sempat menikmati momentum kuat.
Dalam hal valuasi, analisa Discounted Cash Flow (DCF) menunjukkan bahwa Figma dinilai overvalued sebesar 221%, artinya harga pasar saat ini jauh lebih tinggi daripada nilai intrinsik yang dihitung berdasarkan proyeksi arus kas masa depan perusahaan.
Sementara itu, rasio Price-to-Sales (P/S) Figma sangat tinggi, yakni 29,1 kali, dibandingkan dengan rata-rata industri software yang hanya 5,2 kali. Namun, dengan mempertimbangkan faktor pertumbuhan dan risiko perusahaan, rasio yang tinggi ini masih dianggap wajar oleh model penilaian yang lebih kompleks dari Simply Wall St.
Untuk membantu investor memahami potensi dan risikonya, alat 'Narrative' dari Simply Wall St memberikan cara yang interaktif untuk membuat prediksi nilai wajar saham berdasarkan asumsi individual. Dengan cara ini, investor dapat menyesuaikan analisa mereka sesuai dengan pandangan pribadi dan bergerak cepat mengikuti perkembangan pasar.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Valuasi perusahaan teknologi harus selalu dipandang dari potensi pertumbuhannya, bukan hanya angka historis, sehingga blockchain dan AI dapat mengubah landscape enterprise software seperti Figma.Mary Meeker
Perusahaan seperti Figma dengan teknologi kolaborasi berbasis cloud memiliki potensi jangka panjang besar, tapi valuasi wajar harus disesuaikan dengan risiko kompetitif yang makin ketat.