Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

E-Commerce Indonesia Tutup Layanan, Bukalapak Fokus Ke Produk Digital

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
20 Jul 2025
1400 dibaca
1 menit
E-Commerce Indonesia Tutup Layanan, Bukalapak Fokus Ke Produk Digital

TLDR

Banyak platform e-commerce di Indonesia yang menutup layanannya karena kesulitan bersaing.
Bukalapak beralih dari layanan marketplace ke produk digital untuk meningkatkan profitabilitas.
Perubahan strategi bisnis menjadi penting bagi e-commerce untuk bertahan di pasar yang kompetitif.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak platform e-commerce di Indonesia memutuskan untuk menutup layanan mereka. Hal ini disebabkan oleh persaingan yang semakin ketat dan perubahan strategi bisnis di tengah dinamika pasar yang cepat berkembang.Beberapa e-commerce besar bahkan memilih menghentikan seluruh operasionalnya karena kesulitan menghadapi pemain besar seperti Tokopedia dan Bukalapak. Contohnya termasuk Elevania, Qlapa, dan JD.id yang sudah menutup layanan sesuai dengan alasan bisnis masing-masing.Bukalapak, yang sempat menjadi unicorn, resmi menutup layanan jual beli produk fisik pada awal tahun ini. Keputusan ini diambil karena produk fisik hanya memberikan kontribusi kurang dari 3% total pendapatan perusahaan.Saat ini, Bukalapak berfokus pada penjualan produk digital seperti pulsa, token listrik, dan layanan pembayaran BPJS. Selain itu, segmen digital lainnya seperti Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail akan menjadi strategi utama pertumbuhan bisnis ke depan.Meski fitur jual beli fisik ditutup, aplikasi, situs web, dan layanan Mitra Bukalapak tetap dapat diakses dan beroperasi agar para pengguna masih menikmati layanan-layanan lain yang sudah tersedia sebelumnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.