AI summary
JD.com menutup layanan di Indonesia dan fokus pada pasar domestik. Persaingan di sektor pengiriman makanan semakin ketat antara JD.com, Meituan, dan Ele.me. Investasi dalam pengiriman makanan mempengaruhi profitabilitas JD.com secara negatif. JD.com adalah perusahaan e-commerce besar dari China yang pernah beroperasi di Indonesia lewat JD.id. Namun, pada Maret 2023, JD.com menutup layanan JD.id dan fokus ke bisnis baru yaitu layanan pesan-antar makanan bernama JD Takeaway yang diluncurkan pada Februari 2025.Bisnis baru ini mengalami peningkatan signifikan, di mana pengguna dan frekuensi belanja naik lebih dari 40% pada kuartal kedua 2025. Ini menandakan bahwa ada pertumbuhan minat konsumen terhadap layanan pesan-antar makanan dari JD.com.Meski demikian, perjuangan JD.com tidak mudah. Pengguna aktif harian mereka justru menurun lebih dari 13% pada Juli 2025, menunjukkan JD.com mulai kehilangan pangsa pasar. Persaingan ketat datang dari Meituan dan Ele.me milik Alibaba yang sudah lama menguasai pasar pengiriman makanan di China.Para pesaing ini memang sangat kuat, dengan Meituan memiliki hampir 70% pasar dan Ele.me menguasai jumlah pesanan harian yang sangat besar. Persaingan harga yang sengit menyebabkan margin keuntungan JD.com menipis dari 4% menjadi hanya 0,3%.CEO JD.com mengakui kompetisi semakin berat dan menegaskan bahwa mereka akan terus berfokus mengembangkan platform agar bisa menarik lebih banyak pengguna dan pedagang. Namun, hasil akhirnya masih belum jelas karena raksasa lain sudah sangat dominan di sektor ini.
Diversifikasi JD.com ke layanan pesan-antar makanan merupakan langkah berani, tapi masih terlalu dini untuk menganggap mereka bisa menggeser Meituan dan Ele.me yang sudah matang di pasar ini. Fokus utama seharusnya pada peningkatan inovasi layanan dan ekosistem agar mampu bersaing lebih efektif tanpa mengorbankan profitabilitas secara drastis.