Mengungkap Genom Virus Flu 1918 dari Swiss untuk Pelajaran Pandemi Masa Depan
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
15 Jul 2025
88 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian tentang genom influenza 1918 memberikan wawasan baru tentang adaptasi virus terhadap manusia.
Metode baru untuk memulihkan RNA kuno membuka peluang untuk studi lebih lanjut tentang virus sejarah.
Memahami evolusi virus masa lalu dapat membantu kita lebih siap menghadapi epidemi viral di masa depan.
Para ilmuwan dari Universitas Basel dan Zurich berhasil menguraikan genom virus influenza penyebab pandemi flu Spanyol 1918-1920 menggunakan sampel berumur lebih dari 100 tahun dari seorang pasien di Zurich, Swiss. Ini adalah pertama kalinya genom virus ini tersedia dari wilayah Eropa.
Virus H1N1 yang menyebabkan pandemi flu Spanyol ini sudah membawa tiga mutasi penting yang membantu virus beradaptasi dan menginfeksi manusia sejak awal terjadinya pandemi. Dua mutasi membantu virus melawan pertahanan alami tubuh manusia, dan satu mutasi meningkatkan kemampuannya menempel pada sel manusia.
Teknologi yang digunakan para peneliti memungkinkan mereka mengambil RNA virus yang sudah sangat tua dari specimen yang diawetkan dalam formalin. Hal ini cukup sulit karena RNA virus biasanya cepat rusak dibandingkan DNA, namun metode baru ini membuka peluang studi virus kuno lainnya.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana virus influenza berevolusi dan beradaptasi selama pandemi di Eropa, yang sebelumnya belum banyak diketahui. Hal ini penting untuk membangun model dan strategi kesehatan yang lebih baik menghadapi pandemi di masa depan.
Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya koleksi medis sejarah dan bagaimana data kuno bisa membantu kita memahami virus dan mempersiapkan dunia menghadapi ancaman kesehatan global selanjutnya.
Analisis Ahli
Verena Schünemann
Memiliki akses ke genom virus dari Swiss memberikan wawasan penting tentang bagaimana virus beradaptasi di Eropa dan membuka kemungkinan untuk memperdalam riset pandemi.Christian Urban
Pengembangan metode baru untuk ekstraksi RNA kuno memecahkan batasan teknis yang selama ini menghambat studi virus RNA berumur sangat lama.


