Mengungkap Penyakit Usus Kuno dari Tinja Berusia 1.300 Tahun di Meksiko
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
23 Okt 2025
168 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Analisis DNA dari feses kuno dapat mengungkapkan informasi penting tentang kesehatan manusia di masa lalu.
Identifikasi patogen yang belum pernah ditemukan sebelumnya menunjukkan keragaman infeksi pada masyarakat kuno.
Teknik analisis modern memiliki potensi besar untuk menjelaskan sejarah kesehatan manusia.
Para ilmuwan dari Indiana University melakukan analisis DNA pada sepuluh sampel tinja manusia kuno berusia antara 1.100 hingga 1.300 tahun yang ditemukan di La Cueva de Los Muertos Chiquitos, Meksiko. Ini membantu memahami jenis patogen yang menginfeksi masyarakat pada masa itu.
Hasil penelitian menunjukkan keberadaan berbagai parasit usus, termasuk protozoa Blastocystis dan berbagai jenis bakteri E. coli yang belum pernah ditemukan sebelumnya dalam tinja kuno. Pinworm juga ditemukan sangat umum pada sebagian besar sampel.
Temuan ini mengindikasikan bahwa infeksi usus dan sanitasi buruk mungkin merupakan masalah luas pada masyarakat Loma San Gabriel yang hidup di wilayah barat laut Meksiko masa lalu.
Selain membuka wawasan tentang penyakit masa lalu, teknik analisis DNA yang digunakan juga terbukti efektif membedakan tinja manusia dari kotoran hewan lain, yang penting untuk akurasi studi paleomikrobiologi.
Peneliti menyarankan agar studi berikutnya melibatkan lebih banyak sampel untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang spektrum penyakit yang menyerang masyarakat prasejarah serta memperkuat pemahaman kita tentang sejarah kesehatan manusia.
Analisis Ahli
Drew Capone
Teknik ini memberikan gambaran baru tentang penyakit usus pada manusia kuno dan menunjukkan potensi besar dalam studi sejarah kesehatan menggunakan metode molekuler modern.Joe Brown
Analisis yang sangat sensitif ini menjadi alat penting untuk membedakan asal tinja di masa lalu serta memetakan pergerakan patogen kuno secara spesifik.

