Penemuan Fosil Kotoran 236 Juta Tahun Ungkap Kupu-Kupu Tertua Dunia
Sains
Iklim dan Lingkungan
11 Jun 2025
295 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan sisik sayap dari lepidopteran dalam koprolit dapat merevisi garis waktu evolusi serangga.
Ampatiri eloisae adalah spesies kupu-kupu tertua yang diketahui hingga saat ini.
Proboscis lepidopteran mungkin telah berkembang sebelum munculnya tumbuhan berbunga.
Para ilmuwan menemukan fosil kotoran hewan purba berusia 236 juta tahun di Argentina yang ternyata berisi skala-serangga mikroskopis. Skala ini diduga berasal dari sayap kupu-kupu atau ngengat yang merupakan serangga bersayap bersisik yang dikenal sebagai lepidopteran.
Penemuan ini sangat penting karena menandai bukti tertua keberadaan kelompok serangga lepidopteran, yang sebelumnya dianggap muncul jauh lebih muda dan setelah tanaman berbunga. Ini memundurkan evolusi lepidopteran sekitar 35 juta tahun.
Para peneliti menduga proboscis yang ada pada kupu-kupu saat ini mungkin pertama kali muncul untuk menghisap cairan manis dari tanaman yang bukan bunga, sebagai adaptasi setelah masa kepunahan massif Permian-Triassic.
Fosil tersebut ditemukan di daerah yang dulunya merupakan latrin komunal hewan herbivora bernama dicynodonts yang hidup berkelompok. Penggunaan latrin komunal ini mirip dengan perilaku beberapa binatang saat ini yang mungkin untuk mengurangi risiko predator atau menandai wilayah.
Penemuan ini membantu menjawab pertanyaan besar tentang evolusi serangga dan hubungan mereka dengan tumbuhan, sekaligus menambah pemahaman kita tentang kehidupan di era Triassic. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional.



