TLDR
Agentforce telah menunjukkan hasil yang mengesankan dengan lebih dari 8.000 kesepakatan. Salesforce melanjutkan investasi yang signifikan dalam teknologi AI melalui dana baru dan akuisisi. Meskipun ada pertumbuhan pendapatan, ada kekhawatiran di kalangan analis tentang akuisisi dan teknologi baru. Salesforce baru-baru ini meluncurkan produk kecerdasan buatan baru bernama Agentforce yang bertujuan membantu mempercepat proses penjualan dan mengelola tugas di tempat kerja. Produk ini sudah berhasil menghasilkan lebih dari 8.000 kesepakatan dan mencatat rata-rata nilai pesanan sebesar 100 juta dolar. CEO Salesforce, Marc Benioff, mengatakan bahwa produk ini merupakan yang tercepat yang pernah mereka buat.Agentforce juga membantu mengurangi volume kasus yang masuk ke layanan pelanggan sebesar 7% secara tahunan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi kebutuhan karyawan di bidang dukungan pelanggan dan mengalihkan 500 staf ke peran yang berhubungan dengan data dan AI, menghasilkan penghematan sekitar 50 juta dolar.Salesforce mengumumkan pendapatan sebesar 9,8 miliar dolar pada kuartal pertama fiskal 2026, naik 8% dibandingkan tahun lalu. Namun, kabar baik ini diiringi dengan penurunan saham perusahaan lebih dari 8% setelah mereka mengumumkan rencana pembelian perusahaan manajemen data cloud, Informatica, senilai sekitar 8 miliar dolar.Para analis dari RBC Capital Markets mengungkapkan keraguan terhadap strategi akuisisi Salesforce, terutama soal kebutuhan mengakuisisi Informatica secara penuh. Mereka juga mempertanyakan efektivitas teknologi Agentforce karena ada pendapat beragam dari para pelaku industri terkait performanya.Selain Salesforce, perusahaan teknologi besar lain seperti Microsoft juga berinvestasi besar dalam kecerdasan buatan. Microsoft misalnya, diperkirakan akan menghabiskan sekitar 80 miliar dolar pada tahun fiskal ini untuk pusat data AI dan pelatihan model bahasa besar, yang menunjukkan ketatnya persaingan dalam pengembangan teknologi AI.