Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CBP Cari Teknologi Pengenalan Wajah Lengkap untuk Semua Penumpang Mobil di Perbatasan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
Wired Wired
06 Mei 2025
211 dibaca
2 menit
CBP Cari Teknologi Pengenalan Wajah Lengkap untuk Semua Penumpang Mobil di Perbatasan

Rangkuman 15 Detik

CBP berusaha meningkatkan pengawasan dengan teknologi pengenalan wajah di perbatasan.
Ada tantangan signifikan dalam menangkap gambar semua penumpang di kendaraan.
Palantir dan ICE bekerja sama untuk mengembangkan alat analisis data terkait imigrasi.
United States Customs and Border Protection (CBP) sedang mencoba meningkatkan teknologi pengenalan wajah untuk mengenali semua penumpang kendaraan di perbatasan AS dengan Meksiko. Saat ini, teknologi mereka sudah berjalan untuk pejalan kaki dan moda transportasi lain, tetapi masih kesulitan untuk kendaraan bertingkat seperti mobil dengan penumpang di baris belakang. CBP mengungkap hasil tes selama 152 hari di perbatasan Anzalduas, Texas, yang menunjukkan kamera mereka hanya berhasil mengambil foto semua penumpang 76% dari waktu dan dari foto tersebut hanya 81% yang valid untuk mencocokkan identitas sesuai dokumen perjalanan. Mereka berharap alat baru bisa mengambil 100% gambar penumpang. Tingkat akurasi sistem pengenalan wajah saat ini masih dipertanyakan terutama apakah kesalahan berasal dari kamera atau sistem pencocokan wajah. Sistem ini menggunakan pencocokan satu-ke-satu berisiko gagal mengenali sesuai dokumen, dibanding jenis lain yang bisa menyebabkan salah identifikasi. Selain CBP, Immigrations and Customs Enforcement (ICE) juga mengembangkan teknologi dengan kontrak kepada Palantir senilai Rp 501.00 miliar ($30 juta) lewat platform ImmigrationOS untuk mendapatkan data real-time terkait populasi target termasuk mereka yang melakukan self-deportation dari AS. Meskipun ada kemajuan teknologi, banyak kritik yang mengatakan masalah pengawasan dan kontrak teknologi ini berlangsung dari masa ke masa dan tidak bergantung pada siapa yang berkuasa di pemerintahan AS, dianggap kerap bermasalah dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan.

Analisis Ahli

Dave Maass
Error rates tinggi menimbulkan kekhawatiran tentang efektivitas dan keadilan sistem pengenalan wajah CBP, terutama terkait potensi bias rasial dan gender yang belum terungkap.