Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Menaker Yassierli Minta Maaf atas Penyaluran BHR Ojol yang Kurang Maksimal

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
10 Mei 2025
231 dibaca
1 menit
Menaker Yassierli Minta Maaf atas Penyaluran BHR Ojol yang Kurang Maksimal

AI summary

Pemerintah meminta maaf kepada pekerja ojek online terkait penyaluran Bantuan Hari Raya yang tidak maksimal.
Bantuan Hari Raya untuk driver ojol bervariasi dan dipengaruhi oleh tingkat keaktifan dan produktivitas.
Yassierli menekankan pentingnya kebijakan BHR sebagai bentuk kepedulian sosial meskipun belum ada contoh dari negara lain.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan permintaan maaf terkait penyaluran Bantuan Hari Raya (BHR) bagi para pekerja ojek online (ojol) yang dianggap belum maksimal. Kebijakan ini dilakukan saat Lebaran dan bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada para driver ojol.Yassierli mengakui bahwa perumusan kebijakan BHR dilakukan dengan terburu-buru karena waktu yang mepet. Namun, pemerintah tetap berusaha maju dan memperhatikan kemampuan keuangan perusahaan transportasi online seperti Gojek dan Grab dalam menyalurkan bantuan tersebut.BHR yang diberikan kepada driver ojol bervariasi, dan banyak driver yang menerima Rp 50.000 meskipun telah bekerja selama bertahun-tahun. Hal ini memicu kontroversi karena nominal tersebut dianggap tidak adil oleh sebagian driver ojol.Pemerintah tetap berkomitmen menjalankan kebijakan ini meskipun mendapat kritik. Yassierli menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian bangsa Indonesia di hari keagamaan, bahkan bila belum ada negara lain yang menerapkan hal yang sama.Perusahaan penyedia layanan ojol menjelaskan bahwa nominal BHR berdasarkan tingkat keaktifan dan produktivitas para driver. Pemerintah dan perusahaan siap melakukan evaluasi untuk perbaikan kebijakan di masa mendatang agar manfaatnya lebih merata dan optimal.

Experts Analysis

Ekonom Tenaga Kerja
Kebijakan bantuan sosial seperti BHR harus disusun dengan memperhatikan kondisi industri dan kemampuan keuangan perusahaan agar tidak membebani sektor swasta sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pekerja.
Editorial Note
Meskipun niat pemerintah mulia untuk mendukung kesejahteraan driver ojol, implementasi kebijakan yang terburu-buru justru menimbulkan ketidakpuasan dan kritik dari para penerima manfaat. Perlu ada pendekatan yang lebih terstruktur dan dialog yang melibatkan semua pemangku kepentingan agar kebijakan sosial seperti ini benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.