Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Protes Potongan Ojol, Pemerintah Jembatani Tuntutan Dari 20% Ke 10%

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
23 Mei 2025
1026 dibaca
1 menit
Protes Potongan Ojol, Pemerintah Jembatani Tuntutan Dari 20% Ke 10%

TLDR

Potongan biaya dari aplikator menjadi isu utama bagi pengendara ojek online.
Dialog antara pengendara dan aplikator dianggap penting untuk mencapai kesepakatan.
Pengendara ojek online memiliki peran signifikan dalam perekonomian.
Pengendara ojek online di Jakarta menggelar aksi protes karena merasa potongan dari perusahaan aplikasi lebih besar dari batas maksimal yang seharusnya 20%. Mereka ingin potongan tersebut dikurangi lagi menjadi 10%.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha menjembatani komunikasi antara pengendara ojek online dan aplikator agar bisa mencari solusi bersama melalui dialog.Menurut Prasetyo, potongan 20% sudah dianggap tepat oleh aplikator karena berdasarkan perhitungan bisnis mereka, namun aspirasi pengendara membedakan pendapat ini dengan meminta potongan yang lebih kecil.Pemerintah juga telah mengatur audiensi dengan kementerian terkait supaya masalah ini dapat dibicarakan dan duit hasil potongan dapat adil bagi pengendara ojek online yang merupakan pendorong ekonomi penting.Proses dialog diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak agar roda ekonomi yang melibatkan pengendara ojol tetap berjalan dengan baik dan kesejahteraan mereka juga terjaga.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.