Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Merger Grab dan Gojek: Ancaman Berat bagi Pendapatan Pengemudi Ojol Indonesia

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
12 Mei 2025
144 dibaca
2 menit
Merger Grab dan Gojek: Ancaman Berat bagi Pendapatan Pengemudi Ojol Indonesia

AI summary

Merger antara Grab dan Gojek dapat mengurangi pendapatan pengemudi ojol.
Pengemudi ojol mengalami penurunan insentif setelah merger sebelumnya antara Gojek dan Tokopedia.
SPAI meminta pengakuan status pengemudi sebagai pekerja tetap untuk perlindungan hukum.
Rumor akuisisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk oleh Grab semakin kuat dan mengundang perhatian khusus dari para pengemudi ojek online di Indonesia. Saat ini GoTo merupakan unicorn asli Indonesia yang tersisa, sehingga berita ini membawa kekhawatiran besar tentang masa depan pengemudi ojol.Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia, Lily Pujiati, menjelaskan bahwa jika merger terjadi, para pengemudi ojol hanya bisa menggunakan satu aplikasi untuk mencari order, beda dengan saat ini yang mereka bisa memakai dua aplikasi sekaligus sehingga pendapatan bisa lebih besar.Saat ini pendapatan pengemudi ojol sudah sangat pas-pasan, hanya sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari, sebelum dipotong biaya bensin, pulsa, paket data, parkir, dan biaya lainnya. Ditambah lagi, potongan dari platform sangat besar, bahkan bisa mencapai 70%.Contoh dari merger sebelumnya antara Gojek dan Tokopedia yang menghasilkan GoTo menunjukkan bahwa insentif untuk pengemudi GoSend mengalami penurunan signifikan, misalnya insentif untuk 5 pengantaran turun setengahnya dan untuk 10 pengantaran berkurang lebih dari 50%.Karena kondisi ini, SPAI mendesak pemerintah khususnya Kementerian Ketenagakerjaan dan Komisi 9 DPR RI untuk mengakui pengemudi ojol sebagai pekerja tetap, serta membuat payung hukum melalui RUU Ketenagakerjaan yang bisa melindungi hak-hak mereka secara adil.

Experts Analysis

Lily Pujiati
Merger Grab dan Gojek berpotensi merugikan pengemudi karena mereka hanya bisa mengandalkan satu aplikasi, mengurangi peluang pendapatan dan insentif yang selama ini sudah menurun.
Editorial Note
Merger besar seperti ini memang hampir selalu menyebabkan kekhawatiran karena mengurangi persaingan dan pilihan pengemudi. Tanpa adanya perlindungan hukum yang jelas, pengemudi ojol akan semakin tercekik dengan skema kerja yang tidak adil dan potongan yang tinggi, sehingga kesejahteraan mereka makin terancam.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.