Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Optimisme Perdagangan AS-China Dorong Kenaikan Harga Minyak Dunia

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (10mo ago) macro-economics (10mo ago)
08 Mei 2025
146 dibaca
1 menit
Optimisme Perdagangan AS-China Dorong Kenaikan Harga Minyak Dunia

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga minyak dipicu oleh harapan akan kemajuan dalam negosiasi perdagangan antara AS dan Cina.
Perjanjian perdagangan yang diumumkan oleh Trump dengan Inggris berfokus pada sektor aluminium, baja, dan farmasi.
OPEC+ berencana untuk meningkatkan output minyak, yang berpotensi mempengaruhi harga di pasar global.
Harga minyak dunia mengalami kenaikan lebih dari 2% karena harapan yang muncul terkait pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, sehingga perkembangan ini sangat mempengaruhi pasar energi global. Negosiasi perdagangan antara pejabat tinggi AS dan China akan berlangsung pada tanggal 10 Mei di Swiss. Optimisme mengenai keberhasilan pembicaraan ini mengangkat sentimen positif di pasar minyak, yang sebelumnya terganggu oleh ketegangan perdagangan. Namun, para analis mengingatkan bahwa ketidakpastian akibat kebijakan tarif dari pemerintah AS masih akan menyebabkan fluktuasi harga minyak secara signifikan. Hal ini menggantikan risiko pasar global sebelumnya dengan ketidakpastian terkait tarif perdagangan. Di sisi lain, OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak, yang berpotensi menekan harga minyak dunia. Citi Research bahkan menurunkan proyeksi harga minyak Brent untuk tiga bulan ke depan menjadi 55 dolar per barel akibat faktor ini. Selain itu, kemungkinan tercapainya kesepakatan nuklir antara AS dan Iran juga menjadi faktor penting. Jika kesepakatan terjadi, suplai minyak akan bertambah signifikan sehingga harga akan turun mendekati 50 dolar per barel, sedangkan jika gagal, harga minyak bisa melewati 70 dolar per barel.

Analisis Ahli

Jim Ritterbusch
Pasar minyak akan terus mengalami volatilitas yang dipicu oleh kebijakan tarif dan kebijakan administrasi AS yang masih berubah-ubah.