Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenaikan Harga Minyak Didukung Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris dan Ketegangan Timur Tengah

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (10mo ago) investment-and-capital-markets (10mo ago)
09 Mei 2025
50 dibaca
2 menit
Kenaikan Harga Minyak Didukung Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris dan Ketegangan Timur Tengah

Rangkuman 15 Detik

Harga minyak mengalami kenaikan pertama sejak pertengahan April karena optimisme pasar.
Kesepakatan perdagangan antara AS dan Inggris dapat memengaruhi negosiasi dengan Tiongkok.
Konflik di Timur Tengah tetap menjadi faktor penting dalam menentukan harga minyak global.
Harga minyak dunia mengalami kenaikan lebih dari 1% pada hari Jumat setelah adanya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Inggris. Investor menjadi lebih optimis, karena adanya pembicaraan antara pejabat tinggi AS dan China yang dijadwalkan akan berlangsung, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan perdagangan antara kedua negara besar tersebut. Brent crude naik sebesar 98 sen atau 1,6% menjadi Rp 106.58 juta ($63,82) per barel, sedangkan minyak WTI naik sekitar 1,7% menjadi Rp 101.72 juta ($60,91) per barel. Secara mingguan, kedua jenis minyak tersebut mencatat kenaikan lebih dari 4%, yang merupakan pertanda membaiknya sentimen pasar energi setelah beberapa minggu mengalami tekanan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tarif impor barang dari China sebesar 80% sudah tepat, lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya yang mencapai 145%. Ini memberikan harapan bahwa pembicaraan dagang dengan China akan membawa hasil yang positif, yang kemudian mendukung kenaikan harga minyak dan pasar secara umum. Selain faktor perdagangan, ketegangan meningkat di Timur Tengah juga berkontribusi pada naiknya harga minyak. Israel berhasil mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman, setelah adanya gencatan senjata yang dimediasi oleh Oman. Hal ini menambah ketidakpastian di kawasan yang sering berdampak pada pasokan minyak global. Produksi minyak dari negara-negara OPEC+ sebenarnya direncanakan meningkat, namun penurunan produksi dari Libya, Venezuela, dan Irak justru menyebabkan output total menurun pada April. Kondisi ini membatasi kenaikan harga minyak, meskipun faktor geopolitik dan optimisme pasar mendorong harga ke atas.

Analisis Ahli

Alex Hodes
Pasar energi mulai menghilangkan sentimen pesimistis dan mulai mengadopsi optimisme luas terkait kemajuan dalam hubungan dagang global.
Nikos Tzabouras
Ketegangan di Timur Tengah menjadi katalis penting yang mendongkrak harga minyak, terutama karena risiko gangguan pasokan.
Scott Bessent
Pertemuan dengan pejabat China menunjukkan upaya serius dari AS untuk menegosiasikan ulang kebijakan tarif yang membebani.