AI summary
Harga minyak mengalami kenaikan akibat optimisme pasar terkait kesepakatan perdagangan. Kenaikan ekspor China memberikan harapan positif menjelang negosiasi perdagangan dengan AS. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait Yemen, juga mempengaruhi dinamika harga minyak. Harga minyak dunia mengalami kenaikan lebih dari 1 persen pada hari Jumat, yang menandai kenaikan mingguan pertama sejak pertengahan April. Kenaikan ini didorong oleh kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Inggris serta harapan adanya kemajuan dalam pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Cina.Brent crude, salah satu tolok ukur harga minyak internasional, naik ke harga sekitar 63,82 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate dari AS naik ke harga 60,91 dolar AS per barel. Keduanya diperkirakan akan mengalami kenaikan mingguan lebih dari 4 persen.Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungannya agar China membuka pasar bagi produk AS dan menilai pengurangan tarif impor China dari 145 persen menjadi 80 persen merupakan langkah yang tepat. Hal ini menciptakan harapan bagi kesepakatan dagang serupa antara AS dengan China.Situasi politik yang tegang di Timur Tengah, termasuk serangan rudal ke wilayah Israel dan sanksi AS terhadap kilang minyak China yang membeli minyak Iran, turut berkontribusi mengangkat harga minyak. Namun, rencana peningkatan produksi minyak oleh OPEC+ membatasi kenaikan harga lebih lanjut.Para analis percaya bahwa pasar energi mulai kehilangan pesimisme lama dan mengikuti optimisme pasar yang lebih luas. Meski ketegangan dan sanksi masih memengaruhi, langkah kesepakatan perdagangan dan data ekspor-impor China memberikan dorongan positif terhadap harga minyak dunia.
Optimisme terkait perdagangan global memang berdampak positif pada harga minyak, tapi ketegangan geopolitik yang belum mereda tetap menjadi risiko besar yang membayangi pasar energi. Jika kesepakatan AS-China gagal tercapai, maka tren kenaikan harga minyak bisa cepat berbalik menjadi penurunan tajam.