Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Stabil Didukung Harapan Negosiasi Dagang AS-China

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
08 Mei 2025
224 dibaca
2 menit
Harga Minyak Stabil Didukung Harapan Negosiasi Dagang AS-China

AI summary

Harga minyak dipengaruhi oleh dinamika perdagangan antara AS dan Cina.
OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak, yang dapat mempengaruhi harga pasar.
Keputusan Federal Reserve tentang suku bunga memiliki dampak signifikan pada pasar komoditas.
Harga minyak dunia pada Kamis menunjukkan kestabilan dengan Brent crude mencapai $61,55 per barel dan West Texas Intermediate berada di $58,56 per barel. Kondisi ini didukung oleh harapan adanya terobosan dalam negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China, dua negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia.Situasi perdagangan global tercermin dari rencana pertemuan antara Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent dan pejabat ekonomi China yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei di Swiss. Negosiasi ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan perdagangan yang selama ini menghambat pertumbuhan konsumsi minyak dunia.Namun, ada tekanan yang berpotensi menurunkan harga minyak karena keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak. Produksi tambahan ini bisa menambah pasokan minyak yang pada akhirnya menekan harga di pasar global.Analis dari Citi Research menurunkan perkiraan harga minyak Brent untuk tiga bulan ke depan menjadi $55 per barel, lebih rendah dari prediksi sebelumnya. Mereka juga menyebut bahwa kemungkinan kesepakatan nuklir antara AS dan Iran dapat menekan harga minyak lebih jauh, sementara ketidakpastian kesepakatan dapat membuat harga naik hingga di atas $70 per barel.Sementara itu, Federal Reserve Amerika Serikat memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunganya dan memperingatkan risiko inflasi dan pengangguran yang lebih tinggi. Keputusan itu turut memperkuat nilai dolar AS, yang menjadi tantangan tambahan bagi pasar komoditas secara umum, termasuk minyak.

Experts Analysis

Ole Hvalbye
Pasar minyak hampir stabil di level di atas 61 dolar AS per barel dan didukung oleh optimisme situasi tarif antara AS dan China.
Citi Research
Menurunkan proyeksi harga Brent dalam tiga bulan ke depan dari 60 menjadi 55 dolar AS per barel, tetapi mempertahankan proyeksi jangka panjang di 60 dolar AS.
Editorial Note
Situasi geopolitik dan kebijakan perdagangan antara AS dan China memiliki dampak besar pada harga minyak yang sarat dengan ketidakpastian. Kenaikan produksi dari OPEC+ bisa memperburuk tekanan harga jika permintaan global melemah akibat perang dagang, sehingga pasar minyak akan tetap rentan dalam waktu dekat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.