Harga Minyak Naik Karena Harapan dalam Pembicaraan Perdagangan AS-China
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Mei 2025
277 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Sentimen positif investor terhadap pembicaraan perdagangan AS-Cina dapat mempengaruhi harga minyak.
Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi dapat menyebabkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak.
Kondisi produksi shale di AS menunjukkan kemungkinan penurunan output di masa depan.
Harga minyak dunia mengalami kenaikan karena investor merasa positif terhadap rencana pertemuan antara Amerika Serikat dan China yang akan dilaksanakan di Swiss. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah pertama untuk menyelesaikan perang dagang yang sudah berlangsung lama dan mengganggu ekonomi global.
Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate masing-masing naik 0,6% dan 0,7%, walaupun pada minggu ini sempat mencapai posisi terendah dalam empat tahun karena keputusan OPEC+ untuk mempercepat penambahan produksi minyak. Keputusan ini membuat pasar khawatir akan adanya kelebihan pasokan.
Selain itu, beberapa produsen minyak di Amerika Serikat telah memberi sinyal akan mengurangi pengeluaran sehingga produksi minyak serpih mereka mungkin telah mencapai puncaknya. Hal ini memicu optimisme di pasar karena pasokan minyak AS dapat berkurang.
Meski demikian, analis memperingatkan bahwa harga minyak masih berpotensi berfluktuasi karena OPEC+ akan terus melepas minyak ke pasar lebih cepat dari perkiraan dan kebijakan pemerintah AS yang masih sulit diprediksi. Data terbaru juga menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih dari yang diperkirakan.
Secara keseluruhan, pasar minyak dunia menantikan hasil dari negosiasi dagang AS-China dan perubahan produksi minyak global yang akan menentukan arah harga minyak ke depan dalam situasi yang masih penuh ketidakpastian.
Analisis Ahli
Bjarne Schieldrop
Hopes are high with respect to trade talks, suggesting optimism in the market.Ole Hansen
OPEC production increase was fully priced in, limiting additional upside.Tamas Varga
Volatility will persist and upside appears limited due to OPEC+ production speed and US policy unpredictability.