Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

TikTok Investasi €1 Miliar Bangun Data Center di Finlandia untuk Amankan Data Eropa

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (10mo ago) cyber-security (10mo ago)
01 Mei 2025
261 dibaca
1 menit
TikTok Investasi €1 Miliar Bangun Data Center di Finlandia untuk Amankan Data Eropa

Rangkuman 15 Detik

TikTok berinvestasi besar di Finlandia untuk membangun pusat data.
Proyek Clover diluncurkan untuk meningkatkan keamanan data pengguna di Eropa.
Kekhawatiran privasi menyebabkan beberapa negara melarang TikTok di perangkat resmi.
Negara-negara Nordik menjadi tujuan menarik untuk pusat data karena suhu yang lebih dingin mengurangi biaya energi. TikTok berencana menginvestasikan €1 miliar untuk membangun pusat data pertamanya di Finlandia, sebagai langkah untuk memindahkan penyimpanan data pengguna Eropa ke benua tersebut. Juru bicara TikTok mengonfirmasi rencana ini, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut. TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance yang berkantor pusat di China, telah berusaha mengatasi kekhawatiran apakah pemerintah China dapat mengakses data warga Eropa yang menggunakan TikTok. Pada tahun 2023, TikTok meluncurkan rezim keamanan data baru yang dijuluki 'Project Clover', dengan rencana investasi €12 miliar selama 10 tahun di tengah tekanan yang meningkat dari para pembuat undang-undang di kedua sisi Atlantik. Beberapa negara, Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan lainnya telah melarang TikTok dari ponsel staf karena kekhawatiran privasi. Pemerintah AS juga telah mengancam akan melarang aplikasi tersebut di AS atas dasar keamanan nasional kecuali aset AS perusahaan tersebut dijual. Langkah ini menunjukkan upaya TikTok untuk meningkatkan keamanan data dan mengatasi kekhawatiran privasi global.

Analisis Ahli

Anders Nilsson, Pakar Keamanan Siber Universitas Stockholm
Investasi TikTok dalam data center di Finlandia adalah langkah penting untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap keamanan data dan kedaulatan data Eropa, tapi harus disertai dengan audit independen agar dipercaya oleh publik.
Maria Järvinen, Analis Teknologi dan Kebijakan Finlandia
Memilih Finlandia sangat tepat karena infrastruktur energi yang hijau serta iklim yang mendukung pengoperasian data center secara hemat energi, yang sangat penting untuk mengurangi jejak karbon teknologi digital.