AI summary
Harga minyak mengalami penurunan akibat ekspektasi peningkatan produksi oleh OPEC+. Perang dagang antara AS dan China berdampak negatif pada proyeksi permintaan minyak global. Perusahaan-perusahaan besar seperti BP melaporkan penurunan laba yang signifikan, mencerminkan dampak dari ketidakpastian ekonomi. Harga minyak turun sekitar 2% ke level terendah dua minggu pada hari Selasa karena ekspektasi bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksi. Kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar. Tarif perdagangan yang dikenakan oleh Trump telah membuat ekonomi global kemungkinan akan mengalami resesi tahun ini menurut mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters.China, yang terkena tarif paling tinggi, merespons dengan memberlakukan tarifnya sendiri terhadap impor AS, memicu perang dagang antara dua negara pengonsumsi minyak terbesar. Beberapa perusahaan besar seperti General Motors, Kraft Heinz, dan Electrolux telah menarik perkiraan mereka untuk tahun 2025 atau memangkas prospek mereka karena dampak perang dagang ini. BP melaporkan penurunan laba bersih sebesar 48% menjadi $1,4 miliar karena perdagangan gas dan penyulingan yang lebih lemah.Beberapa anggota OPEC+ akan menyarankan percepatan kenaikan produksi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni. Kazakhstan meningkatkan ekspor minyak sebesar 7% tahun-ke-tahun pada Januari-Maret. Data inventaris minyak AS dari American Petroleum Institute dan U.S. EIA akan dirilis minggu ini, dengan perkiraan bahwa perusahaan energi menambahkan sekitar 0,5 juta barel minyak ke stok AS selama minggu yang berakhir 25 April.
Ketegangan geopolitik yang berlarut-larut dan kebijakan proteksionis membuat pasar minyak semakin tidak stabil. Meningkatnya produksi dari OPEC+ di tengah permintaan yang melemah hanya akan memperburuk kondisi harga minyak, yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi global lebih jauh.