AI summary
Harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam hampir tiga setengah tahun. Perang dagang antara AS dan China berdampak negatif pada permintaan bahan bakar. OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak, yang dapat memperburuk situasi pasar. Harga minyak terus mengalami penurunan tajam pada hari Rabu dan diperkirakan akan mengalami penurunan bulanan terbesar dalam hampir tiga setengah tahun. Penurunan ini disebabkan oleh perang dagang global yang mengikis prospek permintaan bahan bakar serta kekhawatiran atas pasokan yang meningkat.Harga minyak Brent turun 1,2% menjadi $63,48 per barel, sementara harga minyak WTI turun 1,2% menjadi $59,68 per barel. Sejauh bulan ini, Brent dan WTI telah kehilangan sekitar 15% dan 16% masing-masing, yang merupakan penurunan persentase terbesar sejak November 2021.Pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump pada 2 April memicu penurunan harga minyak, yang kemudian diperparah oleh respons China dengan tarifnya sendiri. Selain itu, data menunjukkan ekonomi AS menyusut pada kuartal pertama dan kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah dalam hampir lima tahun, menambah kekhawatiran akan permintaan minyak yang lebih rendah.
Penurunan harga minyak saat ini menandakan ketidakpastian besar di pasar energi yang dipicu oleh konflik perdagangan global dan kebijakan proteksionis. Jika ketegangan dagang terus berlangsung tanpa solusi cepat, tekanan harga minyak akan terus menekan sektor energi dan ekonomi global secara lebih luas.