Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun Drastis Akibat Perang Dagang dan Pasokan Naik

Bisnis
Ekonomi Makro
YahooFinance YahooFinance
30 Apr 2025
169 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun Drastis Akibat Perang Dagang dan Pasokan Naik

Rangkuman 15 Detik

Harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam hampir tiga setengah tahun.
Perang dagang antara AS dan China berdampak negatif pada permintaan bahan bakar.
OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak, yang dapat memperburuk situasi pasar.
Harga minyak terus mengalami penurunan tajam pada hari Rabu dan diperkirakan akan mengalami penurunan bulanan terbesar dalam hampir tiga setengah tahun. Penurunan ini disebabkan oleh perang dagang global yang mengikis prospek permintaan bahan bakar serta kekhawatiran atas pasokan yang meningkat. Harga minyak Brent turun 1,2% menjadi Rp 106.01 juta ($63,48) per barel, sementara harga minyak WTI turun 1,2% menjadi Rp 99.67 juta ($59,68) per barel. Sejauh bulan ini, Brent dan WTI telah kehilangan sekitar 15% dan 16% masing-masing, yang merupakan penurunan persentase terbesar sejak November 2021. Pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump pada 2 April memicu penurunan harga minyak, yang kemudian diperparah oleh respons China dengan tarifnya sendiri. Selain itu, data menunjukkan ekonomi AS menyusut pada kuartal pertama dan kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah dalam hampir lima tahun, menambah kekhawatiran akan permintaan minyak yang lebih rendah.

Analisis Ahli

PVM analysts
Kemungkinan penambahan produksi OPEC+ dikombinasikan dengan krisis geopolitik di Ukraina dan Iran membuat pasokan minyak bertambah, sementara permintaan tertekan oleh perang dagang, yang bisa menekan harga lebih dalam.