Perang Dagang AS-China Hantam Harga Minyak Dunia, Proyeksi Turun
Bisnis
Ekonomi Makro
29 Apr 2025
203 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga minyak mengalami penurunan akibat ketegangan perdagangan antara AS dan Cina.
OPEC+ mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi minyak di tengah surplus pasokan.
Proyeksi harga minyak Brent telah diturunkan oleh Barclays karena dampak dari perang dagang.
Harga minyak mentah turun pada hari Selasa karena investor menurunkan ekspektasi pertumbuhan permintaan akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Harga minyak mentah Brent turun 59 sen atau 0,9% menjadi Rp 109.00 juta ($65,27) per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 49 sen atau 0,8% menjadi Rp 102.81 juta ($61,56) per barel.
Negosiasi yang terhenti antara China dan AS meningkatkan kecemasan tentang prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan. Presiden Donald Trump mendorong perubahan perdagangan dunia dengan mengenakan tarif pada semua impor ke AS, yang menciptakan risiko tinggi bahwa ekonomi global akan jatuh ke dalam resesi tahun ini.
Barclays memangkas perkiraan harga minyak Brent 2025 sebesar Rp 66.80 miliar ($4 m) enjadi Rp 1.17 juta ($70) per barel karena ketegangan perdagangan yang meningkat dan perubahan strategi produksi oleh kelompok OPEC+. Beberapa anggota OPEC+ akan menyarankan percepatan kenaikan output untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni.
Analisis Ahli
Tamas Varga
Negosiasi yang mandek antara AS dan China meningkatkan kecemasan tentang prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.