Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun 2% Karena Perang Dagang dan Kenaikan Produksi OPEC+

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (10mo ago) macro-economics (10mo ago)
29 Apr 2025
69 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun 2% Karena Perang Dagang dan Kenaikan Produksi OPEC+

Rangkuman 15 Detik

Harga minyak mengalami penurunan akibat ekspektasi peningkatan produksi oleh OPEC+.
Perang dagang antara AS dan China berdampak negatif pada proyeksi permintaan minyak global.
BP melaporkan penurunan laba yang signifikan, mencerminkan tantangan dalam industri energi.
Harga minyak turun sekitar 2% ke level terendah dua minggu karena ekspektasi bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksi. Kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar. Brent crude futures turun Rp 23.55 miliar ($1.41 m) enjadi Rp 1.08 juta ($64.45) per barrel, sementara U.S. West Texas Intermediate crude turun Rp 22.71 miliar ($1.36 m) enjadi Rp 1.01 juta ($60.69) . Trump berusaha mengubah perdagangan dunia dengan memberlakukan tarif pada impor ke AS, yang membuat kemungkinan ekonomi global akan mengalami resesi tahun ini. China, yang terkena tarif tertinggi, merespons dengan tarifnya sendiri terhadap impor AS, memicu perang dagang antara dua negara pengonsumsi minyak terbesar. Hal ini membuat para analis menurunkan perkiraan permintaan dan harga minyak. Beberapa anggota OPEC+ akan menyarankan percepatan kenaikan produksi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni. Data inventaris minyak AS dari American Petroleum Institute akan dirilis pada hari Selasa dan dari U.S. EIA pada hari Rabu. Analis memperkirakan perusahaan energi menambahkan sekitar 0.5 juta barel minyak ke stok AS selama minggu yang berakhir 25 April.

Analisis Ahli

Tamas Varga
Kegagalan negosiasi dagang antara AS dan China meningkatkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak, menimbulkan ketidakpastian yang tinggi di pasar energi.
Ole Hansen
Peningkatan produksi OPEC+ saat sentimen pasar melemah tidak ideal karena menambah tekanan surplus pasokan, mengancam kestabilan harga minyak.