Sanksi AS dan Pasar Saham Dorong Harga Minyak Dunia Menguat
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
22 Apr 2025
181 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Sanksi AS terhadap Iran dapat berdampak besar pada pasar minyak global.
Kenaikan pasar saham dapat berkontribusi pada pemulihan harga minyak.
Proyeksi ekonomi global yang menurun dapat mempengaruhi permintaan minyak di masa depan.
Harga minyak naik lebih dari Rp 16.70 ribu ($1) per barel pada hari Selasa karena sanksi baru AS terhadap Iran dan pasar ekuitas yang meningkat membantu memicu reli pemulihan dari penurunan tajam sesi sebelumnya. Brent crude futures naik Rp 29.06 ribu ($1.74) atau 2.6% menjadi Rp 1.14 juta ($68) per barel, sementara kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk Mei naik Rp 32.73 ribu ($1.96) atau 3.1% menjadi Rp 1.09 juta ($65.04) .
Amerika Serikat mengeluarkan sanksi baru yang menargetkan seorang magnat pengiriman gas cair dan minyak mentah Iran. Meskipun pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran membuat kemajuan, kegagalan mencapai kesepakatan dapat membebani ekspor minyak Iran di tengah sanksi AS yang semakin ketat.
Lonjakan pasar ekuitas, yang menunjukkan meningkatnya selera risiko dari investor, juga membantu harga minyak. Namun, kekhawatiran bahwa tarif AS dapat mengurangi aktivitas ekonomi global akan terus membebani harga minyak ke depan. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas prospek ekonominya untuk tahun ini, mengutip tarif AS yang tinggi dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.
Analisis Ahli
John Kilduff
Skenario paling mungkin adalah pengurangan aliran minyak Iran ke pasar global yang bisa membuat harga melonjak lebih tinggi.Robert Yawger
Pasar saham yang menguat menunjukkan peningkatan sentimen risiko yang mendukung reli harga minyak setelah penurunan tajam sebelumnya.