Harga Minyak Melonjak Akibat Sanksi AS Terbaru ke Ekspor Minyak Iran
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Apr 2025
254 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Sanksi baru AS terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran pasokan minyak global.
OPEC berusaha untuk mengatur produksi minyak dengan menerima rencana pemotongan dari negara-negara anggotanya.
Proyeksi harga minyak dan permintaan telah dipotong oleh beberapa lembaga keuangan besar akibat ketegangan perdagangan.
Harga minyak mencapai level tertinggi dalam dua minggu setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru untuk membatasi ekspor minyak Iran. Brent crude futures naik Rp 29.06 miliar ($1.74 m) enjadi Rp 1.13 juta ($67.59) per barel, sementara West Texas Intermediate crude naik Rp 30.06 miliar ($1.80 m) enjadi Rp 1.07 juta ($64.27) per barel. Kenaikan ini terjadi setelah sanksi baru yang diumumkan oleh pemerintahan Donald Trump pada hari Rabu.
Sanksi baru ini termasuk terhadap kilang minyak kecil di China, yang dikenal sebagai 'teapot' refineries. John Kilduff dari Again Capital menyatakan bahwa sanksi ini berpotensi menyebabkan kehilangan pasokan di pasar. Selain itu, Washington juga memberlakukan sanksi tambahan pada beberapa perusahaan dan kapal yang bertanggung jawab atas pengiriman minyak Iran ke China.
Di sisi pasokan, OPEC menerima rencana pemotongan produksi lebih lanjut dari Irak, Kazakhstan, dan negara lain untuk mengkompensasi produksi yang melebihi kuota. Namun, Livia Gallarati dari Energy Aspects menyatakan bahwa ada sedikit bukti bahwa pemotongan yang direncanakan akan dipatuhi. Meskipun demikian, beberapa lembaga seperti OPEC, International Energy Agency, Goldman Sachs, dan JPMorgan telah memangkas perkiraan harga minyak dan pertumbuhan permintaan minggu ini.
Analisis Ahli
John Kilduff
Sanksi ini bisa menyebabkan kerugian pasokan potensial ke pasar, terutama dari kilang-kilang kecil di China yang selama ini memproses minyak Iran.Livia Gallarati
Sanksi tambahan terhadap terminal dan bank lokal dapat menambah tantangan logistik dan keuangan yang berdampak pada kapasitas ekspor minyak Iran.