Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Naik karena Sanksi AS dan Kekhawatiran Pasokan Iran

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (11mo ago) macro-economics (11mo ago)
17 Apr 2025
300 dibaca
2 menit
Harga Minyak Naik karena Sanksi AS dan Kekhawatiran Pasokan Iran

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga minyak dipicu oleh sanksi baru AS terhadap Iran.
OPEC berencana untuk mengurangi produksi minyak untuk menstabilkan pasar.
Kondisi ekonomi global dan perdagangan mempengaruhi permintaan minyak secara signifikan.
Harga minyak naik pada hari Kamis dan diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam dua minggu karena kekhawatiran pasokan setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru untuk membatasi ekspor minyak Iran. Brent crude futures naik 54 sen menjadi Rp 110.87 juta ($66,39) per barel, sementara West Texas Intermediate crude naik 64 sen menjadi Rp 105.39 juta ($63,11) per barel. Kedua benchmark menetap 2% lebih tinggi pada hari Rabu dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu. Sanksi baru Amerika Serikat menargetkan ekspor minyak Iran, termasuk kilang minyak 'teapot' yang berbasis di China, meningkatkan tekanan pada Teheran di tengah pembicaraan tentang program nuklir negara tersebut. Selain itu, OPEC menerima rencana terbaru dari Irak, Kazakhstan, dan negara lain untuk melakukan pemotongan produksi lebih lanjut guna mengkompensasi produksi yang melebihi kuota. Hal ini menambah kekhawatiran pasokan dan mendukung harga minyak. Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyebutkan bahwa rally harga minyak didorong oleh beberapa faktor seperti short-covering, USD yang lebih lemah, dan tekanan AS terhadap Iran. Namun, ia juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan datar dan perlambatan GDP China dapat berdampak negatif pada harga minyak. Sementara itu, stok minyak mentah AS naik, sementara persediaan bensin dan distilat turun minggu lalu.

Analisis Ahli

Giovanni Staunovo
Sanksi AS dan komentar hawkish Treasury meningkatkan kekhawatiran pasokan yang menopang harga minyak.
Tony Sycamore
Ada beberapa faktor di balik rally harga minyak, termasuk short-covering, dolar AS yang melemah, serta tekanan AS terhadap Iran, meskipun perlambatan ekonomi dapat menekan permintaan.