Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IMF Ungkap Dampak Emisi AI dan Perlunya Energi Terbarukan

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (11mo ago) climate-and-environment (11mo ago)
22 Apr 2025
245 dibaca
2 menit
IMF Ungkap Dampak Emisi AI dan Perlunya Energi Terbarukan

Rangkuman 15 Detik

Studi IMF menunjukkan bahwa emisi CO2 tambahan dari AI dapat signifikan, tetapi tidak seburuk yang diperkirakan.
Konsumsi listrik global yang terkait dengan AI diperkirakan akan meningkat secara substansial pada tahun 2030.
Keseimbangan antara manfaat ekonomi dari AI dan dampak lingkungan perlu diperhatikan dalam kebijakan energi.
Sebuah studi baru dari International Monetary Fund (IMF) menyoroti hubungan antara kecerdasan buatan (AI), iklim, dan energi. Studi ini menemukan bahwa kebutuhan energi AI dapat menyebabkan tambahan 1,7 gigaton emisi CO2 dari tahun 2025 hingga 2030, yang setara dengan emisi gas rumah kaca Italia selama lima tahun. Meskipun demikian, skenario yang lebih banyak menggunakan energi terbarukan menunjukkan peningkatan yang lebih rendah, yaitu 1,3 gigaton. Laporan ini juga membandingkan biaya sosial dari tambahan emisi ini dengan keuntungan ekonomi yang dihasilkan oleh AI. IMF memperkirakan biaya sosial dari tambahan emisi ini adalah antara Rp 846.69 triliun ($50,7 miliar) hingga Rp 1.11 quadriliun ($66,3 miliar) , menggunakan biaya sosial karbon sebesar Rp 651.30 ribu ($39) per ton. Meskipun biaya sosial ini dianggap kecil dibandingkan dengan keuntungan ekonomi dari AI, tetap saja menambah kekhawatiran terhadap peningkatan emisi global. IMF juga menemukan bahwa konsumsi listrik global yang didorong oleh AI bisa mencapai 1.500 TWh pada tahun 2030, setara dengan total permintaan listrik India. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah aplikasi AI yang mengurangi emisi pada akhirnya dapat mengimbangi CO2 yang dihasilkan dari kebutuhan energi pusat data. Studi ini menekankan pentingnya kebijakan energi yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan dari perkembangan AI.

Analisis Ahli

Nicholas Stern
Biaya sosial karbon yang sering digunakan bisa terlalu rendah dan tidak sepenuhnya mencerminkan kerusakan iklim nyata, sehingga emisi tambahan AI perlu menjadi perhatian lebih serius.
Fatih Birol
Penting untuk memastikan energi untuk AI berasal dari sumber terbarukan agar potensi dampak negatif terhadap iklim dapat diminimalisir.