Energi AI Bisa Lampaui Penambangan Bitcoin, Benarkah Ini Masalah Baru?
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Mei 2025
82 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Konsumsi energi AI diperkirakan akan meningkat secara signifikan, mungkin melampaui Bitcoin.
Perusahaan teknologi perlu lebih transparan tentang konsumsi energi AI untuk memahami dampaknya terhadap lingkungan.
Pendekatan 'lebih besar lebih baik' dalam pengembangan AI dapat menyebabkan peningkatan permintaan energi yang tidak berkelanjutan.
Konsumsi energi untuk kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat dengan cepat dan diperkirakan bisa mendekati setengah dari semua listrik yang digunakan oleh pusat data di dunia pada akhir tahun 2025. Ini menjadi perhatian baru, terutama setelah teknologi seperti ChatGPT muncul dan membuat AI semakin populer dan banyak digunakan.
Menurut penelitian dari Alex de Vries-Gao, meskipun ada kemajuan dalam efisiensi teknologi, permintaan listrik dari AI terus naik karena perusahaan besar berlomba-lomba membuat model AI yang semakin besar dan kuat, sehingga membutuhkan lebih banyak daya listrik dan perangkat keras khusus.
Pembangunan pusat data AI baru sedang berkembang pesat, khususnya di Amerika Serikat, yang membuat perusahaan energi harus berencana membangun pembangkit listrik baru seperti pembangkit gas dan nuklir untuk memenuhi kebutuhan daya tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kestabilan jaringan listrik dan penggunaan energi bersih.
Salah satu kendala utama adalah sulitnya mendapatkan data yang akurat tentang berapa banyak energi yang digunakan secara spesifik oleh AI, karena perusahaan-perusahaan teknologi besar tidak memisahkan data energi khusus AI dalam laporan keberlanjutan mereka. Ini membuat penilaian dampak lingkungan AI menjadi rumit.
Ke depan, masih belum pasti apakah perkembangan teknologi akan mengarah pada AI yang lebih efisien secara energi, atau justru permintaan energi akan terus meningkat seiring makin banyaknya penggunaan AI, sehingga penting bagi industri teknologi untuk transparan dan fokus menciptakan AI yang hemat energi.

