Sanksi AS Dorong Harga Minyak Naik, Pasokan Minyak Iran Tertekan
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Apr 2025
87 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Sanksi baru AS terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran pasokan minyak.
OPEC berusaha untuk mengatur produksi minyak di tengah tantangan pemotongan kuota.
Proyeksi harga minyak dipengaruhi oleh ketegangan perdagangan global dan keputusan bank investasi.
Harga minyak mencapai level tertinggi dalam dua minggu setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru untuk membatasi ekspor minyak Iran. Brent crude futures naik Rp 29.06 miliar ($1.74 m) enjadi Rp 1.13 juta ($67.59) per barel, sementara West Texas Intermediate crude naik Rp 30.06 miliar ($1.80 m) enjadi Rp 1.07 juta ($64.27) per barel. Kenaikan harga ini terjadi setelah sanksi baru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Donald Trump pada hari Rabu.
Sanksi tersebut termasuk terhadap kilang minyak 'teapot' di China, yang meningkatkan tekanan pada Iran di tengah pembicaraan tentang program nuklir negara tersebut. John Kilduff dari Again Capital menyatakan bahwa sanksi ini berpotensi menyebabkan kehilangan pasokan di pasar. Selain itu, Washington juga memberlakukan sanksi tambahan pada beberapa perusahaan dan kapal yang bertanggung jawab memfasilitasi pengiriman minyak Iran ke China.
Di sisi pasokan, OPEC menerima rencana pemotongan produksi dari Irak, Kazakhstan, dan negara lain untuk mengkompensasi produksi yang melebihi kuota. Namun, Livia Gallarati dari Energy Aspects menyatakan bahwa ada sedikit bukti bahwa pemotongan kompensasi yang direncanakan akan dipatuhi. Meskipun demikian, beberapa lembaga seperti OPEC, International Energy Agency, Goldman Sachs, dan JPMorgan telah memangkas perkiraan harga minyak dan pertumbuhan permintaan minggu ini.
Analisis Ahli
John Kilduff
Sanksi ini merupakan potensi kehilangan pasokan yang signifikan bagi pasar minyak, yang dapat mengerek harga minyak ke atas.Livia Gallarati
Sanksi pada terminal dan bank lokal bisa menimbulkan tantangan berat dalam pengiriman dan pembiayaan minyak Iran, sehingga mengurangi ekspor secara efektif.