AI summary
Harga minyak meningkat akibat sanksi baru terhadap Iran. Ketegangan perdagangan antara AS dan Cina berdampak pada proyeksi permintaan minyak. Negosiasi mengenai program nuklir Iran terus berlanjut meskipun ada pernyataan tegas dari pihak Iran. Harga minyak naik lebih dari $1 per barel setelah Washington mengeluarkan sanksi baru yang menargetkan importir minyak Iran dari China. Sanksi ini merupakan bagian dari upaya Presiden Donald Trump untuk menekan Teheran dan mengurangi ekspor minyak Iran hingga nol. Langkah ini terjadi di tengah negosiasi ulang program nuklir Iran yang berlangsung di Oman dan akan dilanjutkan di Roma.China menginginkan lebih banyak penghormatan dari pemerintahan Trump sebelum setuju untuk bernegosiasi, menurut laporan Bloomberg. De-eskalasi perang dagang antara AS dan China dapat mengurangi penurunan prospek pertumbuhan ekonomi dan membatasi penurunan permintaan minyak. Sementara itu, stok minyak mentah AS naik, tetapi persediaan bensin dan distilat turun minggu lalu.Pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan akan tumbuh paling lambat dalam lima tahun pada 2025, menurut Badan Energi Internasional. WTO juga memangkas tajam perkiraan perdagangan barang global, dengan tarif AS yang dapat menyebabkan penurunan terberat sejak puncak pandemi COVID. Ketidakpastian atas ketegangan perdagangan telah menyebabkan beberapa bank menurunkan perkiraan harga minyak mereka.
Langkah sanksi AS terhadap impor minyak Iran melalui China jelas merupakan upaya untuk menekan ekonomi Iran, namun ini juga menambah ketidakpastian di pasar energi global yang sudah rentan akibat perang dagang. Jika negosiasi nuklir dan perdagangan tidak membaik, volatilitas harga minyak akan terus berlanjut dan bisa berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi dunia.