Indosat Terapkan Verifikasi Biometrik untuk Keamanan Layanan eSIM Pelanggan
Teknologi
Gadgets dan Wearable
16 Apr 2025
133 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Indosat menerapkan verifikasi biometrik untuk meningkatkan keamanan layanan eSIM.
Proses registrasi eSIM menggunakan teknologi canggih seperti liveness detection dan OCR.
Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengeluarkan regulasi untuk mendukung penerapan teknologi eSIM di Indonesia.
Indosat telah memperkenalkan proses verifikasi eSIM menggunakan sistem biometrik untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan. Proses ini melibatkan validasi MSISDN, pengambilan data e-KTP lewat OCR, dan pemindaian wajah yang dicocokkan dengan data Dukcapil melalui teknologi liveness detection. Indosat menegaskan bahwa penerapan eSIM dan registrasi biometrik bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang memberikan layanan digital yang aman dan mudah diakses.
Proses verifikasi eSIM ini telah mengikuti standar keamanan dan audit berkala. Indosat juga bekerja sama dengan mitra untuk memastikan pemrosesan data berlangsung transparan dan sesuai hukum. Layanan eSIM ini telah diluncurkan sejak Maret 2023 dan bisa dinikmati oleh pengguna IM3 dan Tri tanpa perlu mendatangi gerai, cukup dengan memindai QR code yang diterima.
eSIM berbeda dengan kartu SIM fisik karena telah tertanam di dalam ponsel, sehingga tidak memerlukan kartu fisik yang dimasukkan melalui selot. Kementerian Komunikasi dan Digital telah merilis aturan terkait penerapan biometrik pada eSIM melalui Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2025 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Ekosistem Digital Nomor 5 Tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi.
Analisis Ahli
Reski Damayanti
Penerapan eSIM dan biometrik bukan hanya inovasi teknologi, tapi fondasi layanan digital yang aman dan inklusif bagi pelanggan.


