AI summary
Harga minyak diperkirakan akan tetap tertekan pada tahun 2025. Kebijakan tarif AS dapat mempengaruhi permintaan dan pasokan minyak global. OPEC+ berusaha untuk menyeimbangkan produksi dan permintaan untuk mendukung harga minyak. Harga minyak diperkirakan akan tetap tertekan pada tahun 2025 karena tarif yang dikenakan oleh AS dan pertumbuhan ekonomi yang melambat di India dan China. Sebuah survei terhadap 49 ekonom dan analis menunjukkan bahwa harga rata-rata minyak mentah Brent diperkirakan akan mencapai $72,94 per barel, turun dari estimasi sebelumnya $74,63. Sementara itu, minyak mentah AS diperkirakan rata-rata $69,16 per barel, sedikit lebih rendah dari bulan lalu.Permintaan minyak global diperkirakan akan meningkat, tetapi ada kekhawatiran bahwa rencana tarif Presiden AS Donald Trump dapat mengganggu pertumbuhan ini. Trump telah mengumumkan tarif 25% untuk negara yang membeli minyak dari Venezuela dan berusaha untuk mengurangi ekspor minyak Iran. Jika sanksi terhadap Rusia dicabut, pasokan minyak global bisa meningkat, yang dapat menekan harga.OPEC+, yang terdiri dari negara-negara anggota OPEC dan sekutunya seperti Rusia, diharapkan akan tetap fleksibel dalam meningkatkan produksi minyak. Mereka mungkin akan meningkatkan produksi untuk kedua kalinya pada bulan Mei, tetapi tidak secara signifikan. Tujuan mereka adalah agar permintaan melebihi pasokan dalam beberapa bulan terakhir tahun ini untuk mendorong harga minyak lebih tinggi.
Situasi pasar minyak masih sangat rentan terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan ekonomi AS yang agresif, namun juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang melambat. OPEC+ tampaknya memainkan strategi cerdik dengan tetap meningkatkan produksi tanpa membuat pasokan berlebihan, menjaga harga agar tetap stabil dalam jangka menengah.