AI summary
Harga minyak dipengaruhi oleh ketidakpastian dalam negosiasi dagang antara AS dan China. OPEC+ berencana untuk meningkatkan produksi minyak, yang dapat mempengaruhi harga. Ketegangan geopolitik, termasuk antara AS dan Iran, berdampak pada pasar minyak global. Harga minyak stabil pada hari Senin karena investor mempertimbangkan ketidakpastian terkait pembicaraan perdagangan antara AS dan China. Brent crude futures turun 13 sen menjadi $66,74 per barel, sementara U.S. West Texas Intermediate crude turun 12 sen menjadi $62,90 per barel. Meskipun Brent futures naik sedikit dalam dua sesi sebelumnya, harga minyak mencatat penurunan mingguan lebih dari 1% pada hari Jumat.Perang dagang antara AS dan China mendominasi sentimen investor dalam menggerakkan harga minyak, mengalahkan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran serta perselisihan dalam koalisi OPEC+. Pasar telah diguncang oleh sinyal yang bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Beijing mengenai kemajuan dalam meredakan perang dagang yang mengancam pertumbuhan global.Beberapa anggota OPEC+ diperkirakan akan menyarankan percepatan kenaikan output minyak untuk bulan kedua berturut-turut pada pertemuan mereka pada 5 Mei. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tetap sangat berhati-hati tentang keberhasilan negosiasi nuklir antara Iran dan AS di Oman. Di Iran, ledakan besar di pelabuhan terbesar Bandar Abbas menewaskan setidaknya 40 orang dan melukai lebih dari 1.200 orang.
Ketidakpastian terkait perang dagang AS-China jelas menjadi faktor utama yang menahan kenaikan harga minyak, membuat pasar agak stagnan. Sementara itu, tekanan geopolitik seperti ledakan di pelabuhan Iran menambah ketidakpastian pasokan minyak sehingga pengaruhnya wajib diwaspadai oleh para pelaku pasar.